Posts

Showing posts from November, 2025

KURSI BERTANGAS

Kursi bertangas adalah perlengkapan tradisional yang digunakan oleh perempuan, khususnya sebelum menikah, untuk membersihkan diri dan mengharumkan tubuh. Kursi ini terbuat dari rotan dengan dudukan yang memiliki lubang di bagian tengah. Cara penggunaannya adalah dengan duduk di atas lubang tersebut, sementara pada bagian bawah kursi ditempatkan wadah berisi bara yang beruap dari pembakaran berbagai ramuan rempah dan wewangian. Uap hangat yang mengandung aroma rempah ini kemudian naik melalui lubang kursi untuk tujuan perawatan tubuh dan kecantikan secara tradisional.

BELANGA

Image
No. Inv. : 03.99.2016 Wadah dapur bertutup yang berfungsi sebagai alat memasak sehari-hari yang esensial dalam kehidupan rumah tangga tradisional. Periuk ini terbuat dari kuningan dan memiliki desain khas berupa badan bulat cembung dengan leher yang cukup tinggi. Untuk memudahkan pengangkatan dan pemindahan saat memasak, Periuk ini juga dilengkapi dengan dua buah telinga atau pegangan di kedua sisinya. Penggunaan periuk ini sebagai alat memasak di Nusantara diperkirakan mulai dikenal sekitar abad ke-18 dan popularitasnya masih bertahan hingga kini.

SENDOK

Image
No. Inv. : 03.90/2016 Sendok ini adalah salah satu perlengkapan dapur tradisional yang terbuat dari kuningan, memiliki penampang berbentuk bundar atau oval yang cukup dalam, dan dilengkapi dengan gagang panjang berukir dekoratif dan ramping yang terhubung langsung dengan mangkuk sendok. Fungsi utama sendok ini adalah sebagai alat saji serbaguna atau centong, bertugas memindahkan berbagai jenis makanan, khususnya nasi dan masakan berkuah, dari wadah masak atau wadah saji besar (seperti periuk) ke piring masing-masing. Penggunaan sendok saji ini terikat erat dengan peran perempuan yang merupakan pengelola utama tugas domestik dalam rumah tangga. Perempuan bertanggung jawab penuh atas seluruh proses makanan, mulai dari memasak hingga menyajikan. Mereka menggunakan sendok ini sebagai instrumen untuk membagi secara adil nasi, lauk, da n sayur ke piring keluarga, sekaligus memastikan distribusi makanan yang merata dan tercukupinya kebutuhan setiap anggota. Di samping fungsi harian, sendok sa...

PERIUK

Image
No. Inv. : 03.98/2016 Periuk ini merupakan wadah dapur tradisional yang sudah dipakai sejak masa lampau, dengan fungsi utama untuk merebus dan menjerang air. Terbuat dari kuningan, periuk ini berbentuk wadah bundar dengan bagian bawah yang agak cembung (bulat) dan bagian atas yang lebih rata. Desainnya dilengkapi tutup dengan kenop kecil di tengahnya dan memiliki dua pegangan melengkung berukir di kedua sisinya. Secara keseluruhan, desain ini sangat fungsional, terutama untuk menampung dan merebus cairan dalam volume yang cukup besar. Sistem kerja periuk ini terfokus pada perebusan air melalui pemanasan langsung pada tungku atau kompor tradisional. Panas diserap untuk memanaskan air hingga mendidih. Sifat konduktivitas kuningan yang efisien memungkinkan air mencapai titik didih dengan cepat ketika dipanaskan. Sementara itu, tutup periuk berfungsi untuk memerangkap uap dan panas, yang tidak hanya mempercepat pendidihan tetapi juga melindungi air dari kotoran luar. Lebih lanjut, sete...

BAKING

Image
No. Inv. : 03.266/2016 Baking adalah wadah penyimpanan pakaian atau kain tradisional yang dirancang untuk menjaga kerapian dan keawetan isinya. Secara fisik, bangking terbuat dari kuningan dengan bentuk khas silinder berdasar datar dan memiliki tutup cembung. Seluruh permukaan wadah dihiasi ukiran timbul bermotif flora dan geometris yang rumit.  Penggunaan baking logam di Nusantara mulai dikenal sekitar abad ke-18 hingga abad ke-19 M, menyusul masuknya pengaruh perdagangan logam dari Asia Selatan dan Timur Tengah. Kehadiran ini selanjutnya mendorong pengrajin lokal untuk mengadaptasi teknik pencetakan dan pemahatan kuningan, yang merepresentasikan kemajuan signifikan dalam teknologi logam rumah tangga tradisional. Dibandingkan baking yang terbuat dari bahan anyaman seperti bambu atau rotan, baking kuningan memiliki kekuatan dan ketahanan jauh lebih tinggi. Bahan logamnya melindungi isi dari udara lembap dan gangguan serangga, serta menjaga kebersihan pakaian dari debu dan hewan kec...

CERET

Image
No. Inv. : 03.111/2016  Ceret adalah wadah dapur tradisional yang sudah dipakai sejak masa lampau, dengan fungsi utama untuk merebus dan menyajikan air minum. Ceret ini terbuat dari logam kuningan dengan badan bundar dan cembung yang mengecil di bagian leher. Desainnya mencakup cerat panjang yang melengkung dan menyempit di ujung, menjamin pengaturan aliran air yang presisi, halus, dan terkontrol saat penyajian. Melengkapi desainnya, ceret ini dilengkapi pegangan berbentuk lengkung tegak yang dipasang di sisi atas badannya, berfungsi untuk mengangkat dan membawa ceret dengan mudah. Selain itu, tutupnya yang berbentuk setengah bulat dan dipasang pas, memiliki knop kecil di atas sebagai alat bantu buka-tutup. Ceret ini digunakan untuk memanaskan air yang kemudian air tersebut disajikan dalam keadaan panas, misalnya saat akan menyeduh teh atau kopi. Air di dalam ceret dipanaskan dengan meletakkannya langsung di atas api atau kompor. Dasar kuningan akan menyerap panas dan mendistribusi...

PERIUK

Image
No. Inv. : 03.125/2016 Periuk merupakan jenis alat masak konvensional dan wadah tradisional yang fungsi utamanya adalah sebagai penanak nasi. Alat ini terbuat dari logam kuningan yang bentuknya silinder dengan alas datar dan bagian tengah badan melebar. Untuk memudahkan pengangkatan atau penggantungan kala panas, badan periuk memiliki dua cantelan melingkar pada sisi kanan dan kirinya, yang berfungsi sebagai tempat mengaitkan tali atau kawat. Periuk ini dilengkapi tutup bundar pipih yang memiliki pegangan (knop) bulat kecil di tengahnya. Periuk logam telah memiliki riwayat penggunaan yang panjang dan luas di Nusantara, dimulai sejak era kerajaan hingga awal kemerdekaan, dan kepemilikannya identik dengan masyarakat yang mampu membeli atau mudah mengakses bahan dasar logam kuningan atau tembaga. Mekanisme memasak periuk beroperasi berdasarkan prinsip dasar perpindahan panas konduksi. Sebagai alat masak konvensional, periuk diletakkan langsung di atas sumber panas, seperti kompor tungku t...

KUALI

Image
No. Inv. : 03.1374/2016 Kuali merupakan peralatan dapur tradisional yang berfungsi sebagai wadah utama untuk memasak. Secara fisik, kuali ini terbuat dari bahan kuningan dengan bentuk khas menyerupai mangkuk besar yang dangkal, memiliki dasar yang cenderung cembung. Dinding kuali melebar keluar, sehingga menciptakan bukaan melingkar yang luas di bagian atas. Untuk memudahkan penggunaan, kuali dilengkapi dengan dua pegangan (handles) berbentuk lengkungan yang terpasang kokoh di tepi kiri dan kanan, berfungsi untuk mengangkat atau memindahkan kuali. Secara tradisional, kuali ini digunakan oleh perempuan rumah tangga untuk proses memasak di atas kompor tungku yang berbahan bakar arang atau kayu. Mekanisme kerja kuali kuningan sangat efektif karena didasarkan pada prinsip konduksi panas, yaitu penyaluran panas dari sumber api ke permukaan logam dan kemudian diteruskan ke bahan masakan di dalamnya. Kuningan, yang merupakan paduan tembaga dan seng, memiliki daya hantar panas yang baik. Ketik...

KERAJINAN TEKAT

Kerajinan tekat merupakan kerja seni yang dituangkan pada sebidang kain melalui teknik sulaman. Perkembangan tekat dari masa ke masa mendapat pengaruh kuat dari sistem religi masyarakat. Hal ini terlihat dari bentuk-bentuk seni yang dipengaruhi oleh kepercayaan animisme, masuknya Hindu dan Buddha dari India, dan kemudian dengan datangnya Agama Islam. Sebagai hasil dari proses akulturasi kebudayaan, motif-motif tekat di daerah Riau memiliki unsur-unsur ragam hias yang sama dengan daerah lainnya, termasuk pengaruh tradisi Neolithikum. Unsur ragam hias ini berevolusi; pada periode Hindu menggunakan flora dan fauna yang terhubung dengan kepercayaan, disusul dengan unsur tubuh binatang seperti naga, dan kemudian dominasi gambar daun dan bunga setelah masuknya Agama Islam. Teknologi pembuatan kerajinan tekat ini diperkirakan berasal dari luar Nusantara dan disebarkan melalui pedagang atau musafir. Tekniknya masih dikerjakan secara tradisional tanpa perubahan peralatan signifikan, yaitu mengg...

CERMIN

Alat yang digunakan perempuan saat berpakaian, menata rambut, maupun berhias diri, memudahkan pemakaian kosmetik (lipstik, bedak, pencelak) agar rapi  dan  diterapkan secara seimbang atau simetris di kedua sisi wajah . Terdiri dari cermin (bidang pemantul), dibingkai dengan rangka berbahan rotan.  

SETRIKA

Image
   SETRIKA No. Inv. : 03.263.2016 Setrika merupakan alat untuk merapikan kerutan pada kain atau pakaian. Penggunaan setrika telah dikenal sejak abad 4 SM di Yunani, dengan menggunakan batang silinder besi yang dipanaskan secara langsung. Teknologi setrika terus berkembang dari masa ke masa, yang dibuat dari  batu, kaca, kayu, atau logam. Setrika yang dipamerkan ini merupakan jenis setrika yang menggunakan teknologi logam panas yang dihasilkan dari bara kayu atau pasir panas. Teknologi ini telah berkembang sejak awal abad 11 M  di Cina.

PERMAINAN CONGKLAK

Congklak merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Melayu yang sudah dikenal sejak masa lampau dan sangat populer diberbagai daerah di Riau. Pada umumnya congklak dimainkan oleh kaum perempuan, baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Biasanya aktifitas permainan ini dilakukan pada sore hari,  di beranda atau teras rumah sebagai pengisi waktu senggang menghibur diri para pelaku permainan. Permainan congklak dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan seperangkat alat yaitu rumah congklak yang terbuat sari kayu dan dan 98  buah  congklak dari cangkang siput, yang disebut juga dengan kucing-kucing. Pada  kedua  sisi  kiri-kanan rumah congklak terdapat dua buah lubang disebut lubang induk dan  tujuh buah lubang yang berbanjar dua disebut dengan lubang rumah, untuk memasukan atau mengisi buah congklak saat berjalannya permainan.  Jalannya permainan congklak pertama-tama masing-masing lubang rumah diisi dengan tujuh buah congkak. Tidak ada k...

PERMAINAN TALI KARET

  Tali karet merupakan salah satu permainan rakyat yang terdapat pada masyarakat melayu. Pada umumnya permainan ini dimainkan oleh anak-anak dan remaja perempuan, secara individu atau kelompok dengan jumlah pemain 3 hingga 10 orang dengan menggunakan karet gelang yang dijalin memanjang berukuran 3 hingga 4 meter. Permainan ini dapat dikatakan dimainkan di mana saja dan kapan saja, seperti di halaman rumah atau halaman sekolah. Ada beberapa jenis permainan tali karet yang biasa yang dimainkan, seperti: melompat tali karet berputar, melompat tali berlilit dan lompat tali merdeka.

PERMAINAN BEKEL

  Bekel merupakan salah satu permainan rakyat yang umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan, baik sendiri maupun berkelompok untuk mengisi waktu senggang. Permainan bekel menggunakan alat yang terdiri dari bola karet seukuran bola pingpong dan beberapa biji bekel yang terbuat dari logam. Pemain mula-mula melambungkan bola bekel ke udara, setelah itu semua biji diambil dengan satu tangan. Bola yang telah memantul dilambung kembali dan kemudian biji dijatuhkan kembali ke lantai. Setelah memantul, bola diambil kembali dan ambil satu biji bekel. Proses ini dilakukan sampai semua biji bekel di lantai habis terambil. Dengan menggunakan cara yang sama, pemain mengambil biji bekel sebanyak dua buah, tiga buah, dan seterusnya. Pada tahap selanjutnya, pemain melambungkan bola kembali dan mengubah susunan biji satu per satu dengan posisi berbentuk seperti kursi (posisi pit) sebelum diambil kembali setiap kali bola memantul. Tahap berikutnya, pemain melambungkan bola kembali dan mengubah sus...

CETAKAN KUE

Loyang cetakan kue adalah alat penting di dapur yang dipakai untuk membuat kue dengan pola atau bentuk yang khas. Alat ini terbuat dari kuningan, berbentuk seperti mangkuk bundar dengan bagian tengah yang cekung. Cekungan ini membentuk pola yang mirip mahkota atau kelopak bunga yang simetris dan indah. Loyang ini juga dilengkapi dengan dua pegangan melengkung di dekat tepinya yang berfungsi untuk memudahkan pengguna memindahkan loyang saat masih panas. Masyarakat Riau secara khusus menggunakan loyang ini untuk membuat kue tradisional mereka yang terkenal, yaitu Bolu Kemojo. Nama kue tersebut diambil dari kata 'Kamboja', karena cetakannya memang membentuk pola khas seperti kelopak bunga kamboja. Loyang ini sangat vital karena berfungsi sebagai wadah yang menghantarkan panas untuk membentuk, mematangkan, dan memberikan pola unik pada adonan kue. Secara sederhana, cara kerja loyang ini melibatkan tiga tahap utama: memanaskan loyang, mencetak pola, dan mematangkan adonan hingga sel...

ALAT PERAS

Image
No. Inv. : 03.396/2016 Alat ini adalah peralatan rumah tangga berbahan besi yang berfungsi utama sebagai alat peras dan pelumat bahan makanan, dan sangat populer penggunaannya pada era akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Masehi. Struktur alat ini terdiri dari tiga bagian utama: wadah/keranjang, sistem pegangan, dan pelat pendorong (plunger). Keranjang peras berfungsi sebagai penampung bahan yang akan diolah. Keranjang tersebut berbentuk mangkuk besar dengan lubang-lubang kecil seukuran butiran beras di bagian bawah, yang berfungsi sebagai saringan untuk memisahkan cairan dari ampas. Sistem pegangan dirancang menyerupai sepasang penjepit besar atau gunting. Pegangan ini dibagi menjadi pegangan atas dan pegangan bawah yang terhubung pada satu titik engsel (pivot point). Pegangan bawah terikat pada keranjang peras, sementara pegangan atas terhubung dengan Pelat Pendorong (Plunger). Pelat pendorong ini sendiri berupa cakram logam bundar yang rata, dengan dimensi yang sedikit lebih keci...

PENCELAK

Image
No. Inv. : 03.117/2016 Alat celak kuningan adalah sebuah alat rias tradisional yang terbuat dari logam kuningan. Fungsi utamanya adalah untuk mengoleskan celak (semacam eyeliner tradisional) pada mata, yang tidak hanya bertujuan mempercantik tampilan mata, tetapi juga berfungsi untuk melindungi mata dari debu dan kotoran. Lebih dari sekadar kosmetik, alat ini memiliki nilai budaya dan spiritual karena penggunaannya melambangkan identitas, keanggunan, serta mencerminkan warisan estetika dan kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat setempat. Alat ini biasanya digunakan oleh perempuan, menjadikannya bagian penting dari tradisi riasan dan nilai-nilai kultural yang diwariskan.

SETRIKA ARANG

Image
No. Inv. 10.03/2017 Setrika merupakan alat untuk merapikan kerutan pada kain atau pakaian. Penggunaan setrika arang telah dikenal pada abad 15 M, dibuat dari logam dengan memiliki ruang atau rongga untuk meletakkan elemen pemanas, seperti arang. Bagian atasnya dilengkapi pegangan. Sementara bagian bawahnya dibuat dengan logam yang halus. Alat ini digunakan selama beberapa ratus tahun di berbagai negara.

UCUNG

Image
No. Inv. : 03.711/2016 Ucung ini merupakan anyaman yang biasa digunakan untuk membawa beras diacara tertentu. Terbuat dari bahan daun kelapa yang di anyam secara besilang hingga membentuk pola rapat agar tidak tumpah dan tidak mudah rusak. Cara penggunaannya cukup sedarhana dengan mengisi cara mengisi ucung dengan beras. Ucung ini digunakan untuk tempat mengantarkan beras ketika ada tetangga atau kerabat yang meninngal dunia. Ucung mengandung nilai budaya gotong royong, dan kepedulian sosial, dimana masyarakat memberikan dukungan moral dan bantuan kepada keluarga yang terkena musibah.

PAPAN CUCI

Papan cuci merupakan peralatan rumah tangga yang esensial, digunakan untuk mencuci pakaian dengan proses yang dilakukan secara manual. Alat ini umumnya terbuat dari bahan kayu dan dibentuk menjadi persegi panjang, dengan fitur utamanya adalah adanya gerigi atau permukaan bergelombang di atasnya. Penggunaan papan cuci dilakukan dengan cara meletakkan baju kotor di atas papan yang bergerigi, lalu pakaian tersebut digesekkan secara berulang, biasanya sambil diberi sabun atau deterjen. Meskipun sederhana, papan cuci mencerminkan nilai budaya dan peran sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Alat ini umumnya digunakan oleh perempuan, yang secara tradisional memegang peran utama dalam mengelola kebersihan rumah tangga dan pakaian keluarga. Papan cuci tradisional memiliki nilai budaya karena mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa lalu dan menunjukkan ketekunan yang diperlukan untuk menjaga kebersihan sebelum adanya mesin cuci otomatis.

BAKUL

Image
No. inv. : 03.568.2016 Bakul merupakan wadah serbaguna tradisional yang dibuat dari anyaman bambu, berfungsi utama untuk menyimpan berbagai hasil bumi dan bahan makanan. Bakul ini memiliki bentuk yang khas, yaitu bulat dengan sedikit kesan persegi dan bagian atasnya selalu terbuka. Bahan utamanya adalah bambu yang dianyam secara bersilang dengan pola yang rapat sehingga menghasilkan struktur yang kuat. Untuk memastikan daya tahannya, bibir atau pinggiran bakul diperkuat dengan bilah bambu yang lebih kokoh agar tidak mudah rusak meskipun digunakan berulang kali. Fungsi paling penting dari bakul ini adalah sebagai alat penyimpanan yang praktis dan alami. Bakul ini dipakai untuk menampung berbagai macam isi, seperti hasil panen—termasuk padi, sayuran, dan hasil bumi lainnya—yang dibawa dari sawah atau pasar. Dalam peran rumah tangga tradisional, perempuan bertanggung jawab utama untuk memastikan ketersediaan dan keamanan bahan makanan keluarga. Mereka menggunakan bakul ini sebagai wad...

AYUNAN

Image
No. Inv. :  03.656.2016 Ayunan merupakan peralatan yang digunakan ibu ibu untuk menidurkan bayi,terbuat dari bahan rotan berbentuk seperti keranjang. Ayunan ini digunakan dengan cara kedua sisi diikat dengan tali lalu digantungkan mengayunkan bayi secara perlahan. Ayunan ini digunakan ketika hendak waktunya bagi bayi untuk beristirahat siang maupun malam   Ayunan juga memiliki makna budaya, menunjukakan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun temurun.

SISIR KUTU

Sisir merupakan peralatan wanita digunakan untuk mencari kutu memiliki bentuk ramping dan panjang dan gigi gigi yang rapat dan halus dengan desain ini sisir dapat menangkap kutu. Terbuat dari bahan emas, sisir kutu ini digunakan dengan cara sisir yang diarahkan kekulit kepala lalu ditarik hingga keujung rambut. Pada umumnya sisir ini digunakan oleh perempuan untuk menghilangkan kuta dan ketombe dari rambut anank anak mereka maupun mereka sendiri. Dengan ini sisir sebagai simbol perawatan diri dan kebersihan pribadi.

ALAT TENUN BUKAN MESIN

Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah instrumen utama yang digunakan oleh para pengrajin perempuan untuk menenun, yaitu proses pembuatan barang-barang tenun (kain) dari persilangan dua set benang. Proses menenun dilakukan secara manual, menggunakan tenaga manusia untuk memasuk-masukkan benang pakan (benang yang melintang horizontal) secara bergantian pada benang-benang lungsin (benang yang membujur vertikal). Alat tenun ini secara spesifik digunakan untuk menghasilkan kain tradisional yang unik dan memiliki motif yang khas di setiap daerah. Karena dijalankan sepenuhnya secara manual, penggunaan alat ini membutuhkan keterampilan dan ketelatenan tingkat tinggi dari para penenun. Proses menenun menggunakan ATBM bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan moral yang mendalam. Kebutuhan akan keterampilan dan ketelatenan dalam menenun secara langsung menunjukkan nilai kesabaran dan ketekunan yang harus dimiliki oleh pengrajin. Selain itu, proses menenun sering...

MENGANYAM

Menganyam merupakan pekerjaan menyusun bilah, tali, atau helai dengan cara bersilangan dan timpa-menimpa satu sama lain, sehingga menghasilkan suatu lembaran atau benda tiga dimensi. Kerajinan tradisional ini dikenal karena kesederhanaannya; proses pembuatannya tidak memerlukan peralatan yang rumit dan bahan dasarnya memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. Bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bahan dasar anyaman adalah rotan, bambu, pandan, dan daun kelapa, yang dipakai secara khusus untuk membuat ketupat. Keterampilan menganyam merupakan warisan budaya leluhur yang secara turun-temurun diturunkan dari ibu kepada anak perempuannya di banyak masyarakat adat Nusantara. Keterampilan ini, yang dulunya dianggap sebagai pekerjaan wanita untuk mengisi waktu senggang, kini telah menjadi identitas sosial dan keterampilan wajib bagi perempuan. Melalui tangan terampil mereka, perempuan secara rutin memproduksi perlengkapan rumah tangga penting, seperti tikar, keranjang, atau nyiru untu...

TEPAK SIRIH

Image
No. Inv. : 03.03/2020  Tepak Sirih merupakan salah satu kekayaan budaya materi (material culture) yang menjadi ciri khas entitas budaya Melayu. Memiliki makna simbolik pembuka kata yang bertujuan untuk memuliakan orang lain dan bersifat memberi. Tepak sirih merupakan tempat/wadah yang dipakai untuk menyimpan dan menyajikan bahan-bahan tradisi makan sirih yang disimpan dalam wadah yang berjumlah 5 (lima). Lima bahan utama tradisi makan sirih tersebut disimpan dalam lima wadah yang sering disebut sebagai cembul. Tradisi tersebut sering dikaitkan dengan bagaimana masyarakat Melayu diwajibkan untuk mengamalkan Rukun Islam yang berjumlah lima, dalam kehidupan sehari-harinya. Terkait dengan keberadaannya dengan jalur rempah di Nusantara, budaya makan sirih tidak hanya terdapat di wilayah dengan etnis Melayu mayoritas, melainkan sudah menjadi tradisi bangsa-bangsa penutur Bahasa Austronesia yang sejak masa prasejarah telah bermigrasi ke wilayah Nusantara. Kelima bahan utama makan sir...

MEMBATIK

  Membatik adalah seni menghias kain dengan mengaplikasikan malam (lilin panas) menggunakan canting, diikuti dengan pewarnaan celup berulang untuk membentuk pola dan motif tertentu. Kata batik sendiri berasal dari akar kata 'tik' (berarti titik kecil) dalam bahasa Jawa, yang menyimbolkan proses pekerjaan yang halus, lembut, dan penuh keindahan. Secara teknik, batik dibagi menjadi dua, yaitu batik tulis dan batik cap. Dahulu kala, hanya dikenal batik tulis yang dibuat dengan canting tulis, di mana kehalusan kain batik sangat bergantung pada ukuran lubang canting yang kecil. Tradisi membatik ini berawal di lingkungan keraton pada abad ke-17 hingga ke-18, di mana perempuan bangsawan membatik untuk busana keluarga kerajaan dengan motif bermakna simbolis, dan kemudian menyebar ke masyarakat luas melalui jalur sosial dan perdagangan. Proses membatik, khususnya batik tulis tradisional, adalah serangkaian tahapan yang rumit dan memerlukan ketelatenan tinggi. Peralatan utama yang dib...

MENDONGENG

  Mendongeng adalah kegiatan lisan yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Nusantara. Aktivitas ini biasanya dilakukan menjelang waktu istirahat malam, di mana ibu atau nenek berperan menceritakan kisah rakyat, legenda, atau cerita moral kepada anak-anak. Lebih dari sekadar menidurkan anak, mendongeng bertujuan menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan kearifan lokal, serta memicu imajinasi kreatif. Irama tutur yang menenangkan dan suara lembut yang digunakan menciptakan rasa aman dan koneksi emosional bagi anak terhadap keluarganya. Dalam konteks budaya Indonesia, mendongeng mencerminkan peran perempuan sebagai pendidik pertama keluarga yang menyalurkan etika, pengetahuan, dan kasih sayang lewat cerita. Peran vital perempuan dalam tradisi ini menegaskan pentingnya transmisi nilai secara personal. Oleh karena itu, tradisi mendongeng kini dianggap sebagai warisan budaya takbenda yang wajib dilindungi agar kehangatan keluarga dan nilai-nilai moral tetap terjaga di tengah perkemba...

CAPING

Caping adalah penutup kelamin yang dikenakan oleh anak-anak perempuan bangsawan. Benda yang dipamerkan ini berasal dari Kerajaan Lingga dan telah digunakan sejak abad ke-17 sebagai bagian dari busana dalam kalangan bangsawan perempuan. Istilah ‘caping’ sendiri tercatat dalam Kitab Pengetahuan Bahasa karya Raja Ali Haji, seorang pujangga Kerajaan Melayu Lingga pada abad ke-19. Pakaian ini dikenakan oleh anak-anak sejak usia sekitar dua tahun (saat mulai berjalan) hingga mereka mampu memakai kain sarung sendiri, dengan cara diikatkan pada perut si anak menggunakan benang. Caping ini memiliki detail fisik yang halus dan material yang mewah. Caping ini terbuat dari perak dan dibentuk menyerupai hati. Ia dihiasi bunga di bagian tengah yang dibuat dari batu berwarna merah muda atau jingga, dikelilingi oleh ukiran timbul bermotif flora. Untuk mekanisme pemasangan, di bagian atasnya terdapat pengait bulat dengan lubang di tengah, yang berfungsi sebagai tempat tali pengikat caping. Secara bu...

MENARI

  Menari merupakan bentuk ekspresi seni yang diwujudkan melalui gerak tubuh berirama, sering diiringi musik atau nyanyian, dengan tujuan mengomunikasikan perasaan, cerita, atau pesan tertentu. Aktivitas ini dapat dilakukan sendirian, berpasangan, atau ramai-ramai, dan selalu mengikuti aturan, pola gerak, serta makna simbolik yang ditetapkan oleh tradisi atau gaya tari daerah terkait. Menari dalam konteks budaya memiliki peran penting sebagai bagian dari upacara, ritual, dan penegasan identitas masyarakat, bukan sekadar hiburan semata. Gerak tari acapkali menggambarkan interaksi manusia dengan dewa, alam, dan sesama. Dalam banyak tradisi, perempuan banyak menjadi penari utama dalam tarian yang bertema siklus kehidupan dan alam, sebab keanggunan, keluwesan, dan kelembutan gerak mereka dianggap ideal untuk mencerminkan nilai estetika setempat. Pelaksanaan tari perempuan tidak terbatas pada acara sakral, tetapi juga dipertunjukkan dalam acara-acara yang bersifat sosial (non-sakral)...

BERMAIN BONEKA

  Bermain boneka adalah kegiatan permainan pura-pura (pretend play) yang dilakukan anak-anak perempuan, menggunakan boneka sebagai objek utama untuk melatih imajinasi mereka. Tradisi ini telah dikenal di Nusantara sejak masa kerajaan dan kolonial. Pada awalnya, boneka dibuat sederhana dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan, seperti sabut kelapa, kain perca, atau tanah liat. Namun, di era kolonial, pengaruh budaya Barat membawa masuk boneka modern berbahan porselen dan plastik, yang kemudian menjadi simbol status sosial yang dipakai oleh kaum priyayi atau bangsawan. Aktivitas bermain boneka merupakan sarana utama bagi anak-anak untuk memahami peran gender dan struktur sosial dalam masyarakat. Permainan ini biasanya dilakukan anak-anak baik sepulang sekolah maupun di hari libur. Dalam simulasi ini, mereka sering memainkan peran 'Ibu dan Anak' atau 'Keluarga', dan melalui peran ini mereka belajar keterampilan domestik seperti merawat, memasak, dan mengelola rumah t...

TUNGKU MASAK

  Kompor tungku tradisional merupakan alat masak yang telah digunakan oleh ibu rumah tangga sejak masa lampau dan dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar keras. Alat ini memiliki desain sederhana yang terdiri dari tiga bagian utama: bagian badan, sarangan (ruang pembakaran), dan mulut (jalur udara). Bagian badan umumnya berbentuk silinder dengan bagian atas yang lebih lebar daripada bagian bawah. Kompor tungku ini sangat penting bagi otentisitas rasa pada banyak masakan tradisional karena menggunakan arang atau kayu bakar, yang menghasilkan aroma asap (smoky) yang unik dan meresap ke dalam masakan. Sarangan adalah bagian atas tungku masak yang menjadi fokus tempat panas dan berfungsi sebagai ruang bakar tempat arang diletakkan. Pada tepi atas sarangan terdapat tiga tonjolan yang berfungsi sebagai dudukan untuk menopang wadah masak (panci, wajan, atau kuali), memastikan wadah masak tidak menutupi seluruh lubang udara. Di bagian dasar ruang bakar terdapat lubang-lubang kecil yang b...

AMBUNG

No. Inv. : 03.590/2016 Ambung adalah keranjang anyaman tradisional yang memiliki fungsi sentral bagi perempuan di daerah agraris. Keranjang ini berbentuk silinder atau meruncing di bagian bawah, dibuat dari bahan lokal seperti rotan, dan dilengkapi tangkai di mulutnya sebagai jinjingan. Ambung biasanya digunakan oleh perempuan sebagai wadah untuk membawa berbagai hasil panen (mulai dari padi, sayur, hingga buah) dari ladang atau kebun menuju rumah, dan dapat pula difungsikan untuk menjajakan hasil kebun atau bahan makanan. Cara membawanya unik, yaitu dengan diletakkan di punggung dan diikat menggunakan tali yang melilit di kepala pembawanya.

MENYULAM

  Menyulam adalah seni menghias kain yang memiliki sejarah sangat panjang, bahkan telah dikenal sejak 14 Abad Sebelum Masehi oleh bangsa Mesir. Seni ini berawal dari kebutuhan dasar yang sifatnya praktis, yaitu untuk memperbaiki, menambal, dan memperkuat pakaian dari kulit atau kain primitif menggunakan jarum tulang dan benang alami. Seiring berkembangnya teknik menenun dan ditemukannya benang yang lebih halus, seperti sutra, emas, atau perak, menyulam berevolusi dari praktik kebutuhan menjadi seni dekoratif yang rumit. Secara esensi, menyulam berbeda dengan menjahit atau merenda, sebab menyulam berfokus pada penambahan efek dekoratif pada kain yang sudah jadi dengan cara menisik untuk memperindah kain sederhana (misalnya pada pakaian, sprei, atau hiasan). Proses menyulam dilakukan secara manual dan dengan teknik yang sederhana, dimulai dengan menempelkan atau menggambar pola pada kain. Teknik menisik yang digunakan sangat beragam. Salah satunya adalah tisik mendatar, yaitu tisik...

MEMBUAT KETUPAT

  Membuat ketupat merupakan bentuk seni tradisional dalam menganyam yang menggunakan janur, yaitu daun kelapa muda, sebagai bahan utamanya. Proses pembuatannya dilakukan dengan menganyam dua helai janur hingga saling bertemu di bagian tengah. Hasil akhirnya berbentuk seperti kantong kecil menyerupai belah ketupat, dengan satu lubang di bagian atas untuk mengisi beras.   Tradisi menganyam ketupat merupakan keterampilan turun-temurun yang sejak dahulu diajarkan oleh ibu kepada anak perempuannya. Dibutuhkan ketelatenan dan kecermatan tangan agar anyaman yang dihasilkan tampak rapi dan kokoh. Menjelang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, kegiatan menganyam dan memasak ketupat menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat. Dalam suasana penuh kebersamaan, para ibu, remaja putri, dan tetangga berkumpul, berbagi tugas, dan saling membantu—ada yang memotong janur, menganyam, hingga mengisi beras. Sambil berbincang dan bercanda, mereka mempererat tali silaturahmi, menjadikan kegi...

MESIN JAHIT

Image
No. Inv. : 10.09/2017 Mesin jahit ini merupakan mesin jahit manual klasik dengan sistem penggerak engkol tangan (hand crank) yang sering disebut mesin jahit portabel klasik. Badan mesin ini dibuat dari besi cor yang kokoh, sementara dudukan dan kotak pelindungnya terbuat dari kayu. Mesin jahit ini dikenal luas karena diproduksi oleh Perusahaan Singer sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi. Secara fitur, mesin jahit ini menggunakan sistem jahit lurus dan biasanya mengoperasikan bobbin (spul bawah) dengan sistem "shuttle". Mesin jahit ini menjadi salah satu penemuan penting dalam revolusi industri rumah tangga. Kehadirannya sangat mempermudah dan mempercepat proses pembuatan pakaian, tidak hanya dalam skala industri tekstil, tetapi juga untuk menjahit rumahan sehari-hari. Penggunaan mesin jahit yang inovatif ini turut meningkatkan kreativitas dan keterampilan perempuan dalam membuat pakaian, baik itu pakaian tradisional maupun modern, dari masa lalu hingga saat ...

MENDODOI

  Mendodoi atau dodoi anak adalah tradisi menidurkan anak yang dilakukan oleh ibu atau perempuan dewasa. Dalam praktik ini, anak diayun sambil dinyanyikan lagu pengantar tidur yang lembut, merdu, dan berulang-ulang. Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun sejak masa lampau dalam masyarakat Melayu, terutama di Siak, meskipun di daerah lain seperti Kampar dikenal sebagai Onduo atau Beghandu, dan di Indragiri Hulu serta Kuantan Singingi disebut Nandung. Tradisi mendodoi memiliki akar dari kehidupan rakyat biasa dan muncul sebagai respons spontan seorang ibu untuk memastikan sang anak tenang, merasa aman, dan mampu tidur dengan nyaman. Irama dodoi memiliki struktur unik yang mencerminkan spontanitas dan kearifan lokal. Irama dodoi lazimnya dinyanyikan secara spontan dan tidak beraturan, dengan tempo yang dapat berubah-ubah, kadang lambat, kadang lebih cepat, sesuai perasaan si pendodoi. Khusus untuk versi asli di Siak, irama dodoi terbagi menjadi dua bagian utama: bagian pertama ...

PEMUKUL KASUR

  Pemukul kasur adalah alat rumah tangga tradisional yang digunakan secara luas sejak masa lampau di kalangan masyarakat sebelum adanya penyedot debu elektrik. Alat ini digunakan dengan cara memukul-mukulkan rotan secara berulang kali pada permukaan kasur untuk mengeluarkan debu, tungau, dan kotoran yang tersembunyi jauh di dalam serat kasur , area yang sangat sulit dijangkau dan dibersihkan oleh sapu atau keprak biasa. Terbuat dari sebatang rotan yang ditekuk dan dianyam sehingga membentuk pemukul yang terdiri dari gagang dan kepala pemukul.   Secara teknis, alat ini bekerja berdasarkan prinsip gaya tumbukan dan getaran, dengan memanfaatkan sifat kelenturan alami rotan. Ketika rotan diayunkan dan dipukulkan ke permukaan kasur, energi kinetik dari tangan pengguna ditransfer ke rotan, kemudian diteruskan ke kasur. Bentuk rotan yang lebar dan kaku memungkinkan energi pukulan menembus hingga ke bagian dalam kasur, menimbulkan tekanan udara yang mendorong debu dan kotoran halus...

TEMPAT PERHIASAN

Image
No Inv. : 03.118/2016 Tempat perhiasan ini merupakan wadah penting yang digunakan oleh perempuan bangsawan pada periode abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 Masehi. Berfungsi untuk menyimpan perhiasan seperti cincin, gelang, atau anting, tempat perhiasan ini terbuat dari kuningan dan berbentuk silinder menyerupai tong dengan tutup yang dilengkapi pegangan kenop. Permukaannya dihiasi ukiran (engraving) yang kaya akan detail motif flora, fauna, dan geometris, yang secara budaya melambangkan status sosial, kemewahan, dan estetika pemiliknya.

KOTAK PERHIASAN

Image
No. Inv. : 03.1392.2017 Kotak perhiasan ini adalah wadah multifungsi untuk menyimpan perhiasan pribadi dan benda kecil berharga, terbuat dari kulit penyu coklat gelap berbentuk persegi. Rangkanya diperkuat dengan pelat logam perak berukir motif flora pada sudut-sudutnya, dan memiliki lubang kunci berhias ukiran di depan. Dengan desain khas abad ke-19 hingga awal abad ke-20 M, kotak ini digunakan oleh perempuan bangsawan/kalangan atas, menegaskan status sosial pemiliknya, kemewahan, dan estetika, serta sering diwariskan sebagai pusaka keluarga.

TAJAK

Image
No. Inv. : 03.394/2016 Tajak adalah alat pertanian tradisional sejak masa lampau, suatu teknologi tepat guna dari material lokal dan desain ergonomis, yang digunakan untuk mengatasi sulitnya pengolahan lahan rawa (seperti di Sumatera dan Kalimantan). Alat ini memiliki fungsi utama untuk menggemburkan tanah, meratakan tanah setelah dibajak, serta mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Tajak terbuat dari bilah tipis melengkung berbahan besi dan memiliki gagang kayu panjang dan kuat yang diikat rotan. Desainnya yang khas dirancang agar penggunanya dapat bekerja sambil berdiri, sehingga secara signifikan membantu mengurangi kelelahan saat mengolah sawah, khususnya di area berlumpur yang tidak efektif ditangani cangkul atau bajak biasa. Tajak digunakan dengan mengandalkan tenaga dorong dan ayun manual dari kedua tangan pengguna, digerakkan maju atau mundur dengan tepi bilah sedikit menekan ke tanah. Berdasarkan pembagian tugas tradisional, perempuan adalah pela...

PENGADUK ADONAN

Image
No. Inv. : 03.114/2016 Pengaduk adonan manual (rotary hand mixer) adalah alat yang dibuat untuk mengaduk adonan ringan, telur, atau krim. Alat ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1856 dengan tujuan utama untuk meringankan beban kerja fisik dan meningkatkan efisiensi waktu di dapur, terutama jika dibandingkan dengan menggunakan pengaduk kawat biasa (whisk). Dengan kata lain, alat ini merupakan solusi teknologi manual yang lahir dari kebutuhan efisiensi. Alat ini bekerja berdasarkan mekanisme roda gigi yang sederhana. Berbahan utama logam aluminium, bagian-bagiannya terdiri dari gagang yang dibalut kayu (berfungsi untuk menahan alat), engkol/tuas pemutar, roda gigi, dan pengaduk (beater). Bagian engkol berfungsi menggerakkan satu roda gigi besar, yang kemudian menggerakkan dua roda gigi kecil yang terhubung dengan pengaduk di bagian bawah. Dengan memutar engkol, alat akan bekerja dengan menggerakkan pengaduk berlawanan arah. Secara sosial, alat ini ditujukan secara langsung untuk...