BAKING
No. Inv. : 03.266/2016
Baking adalah wadah penyimpanan pakaian atau kain tradisional yang dirancang untuk menjaga kerapian dan keawetan isinya. Secara fisik, bangking terbuat dari kuningan dengan bentuk khas silinder berdasar datar dan memiliki tutup cembung. Seluruh permukaan wadah dihiasi ukiran timbul bermotif flora dan geometris yang rumit.
Penggunaan baking logam di Nusantara mulai dikenal sekitar abad ke-18 hingga abad ke-19 M, menyusul masuknya pengaruh perdagangan logam dari Asia Selatan dan Timur Tengah. Kehadiran ini selanjutnya mendorong pengrajin lokal untuk mengadaptasi teknik pencetakan dan pemahatan kuningan, yang merepresentasikan kemajuan signifikan dalam teknologi logam rumah tangga tradisional. Dibandingkan baking yang terbuat dari bahan anyaman seperti bambu atau rotan, baking kuningan memiliki kekuatan dan ketahanan jauh lebih tinggi. Bahan logamnya melindungi isi dari udara lembap dan gangguan serangga, serta menjaga kebersihan pakaian dari debu dan hewan kecil, sehingga wadah ini ideal untuk menyimpan kain berharga seperti batik, songket, atau kebaya.
Proses penyimpanan di dalamnya dilakukan dengan cermat. Pakaian bersih yang telah disetrika dan dilipat rapi kemudian disusun berlapis-lapis di dalam baking. Agar tetap harum dan terhindar dari kelembapan, bahan pengawet alami seperti daun wangi atau kapur barus juga ditambahkan. Selanjutnya, tutup baking diposisikan rapat guna melindungi isi dari masuknya debu dan menjamin kebersihannya. Baking umumnya ditempatkan di kamar atau ruang penyimpanan dalam rumah, ditempatkan di atas alas kayu dan tidak di lantai secara langsung guna menghindari paparan kelembapan. Baking kuningan merupakan wujud keterampilan kriya logam tradisional Nusantara, sekaligus mencerminkan peran penting perempuan dalam merawat dan menjaga pakaian sebagai bagian dari kehidupan rumah tangga.

Comments
Post a Comment