Posts

CERANA (03.43/2016)

Image
Cerana ini terbuat dari bahan kuningan dengan penampang berbentuk oktagonal memanjang atau memiliki delapan sisi. Struktur utamanya terdiri atas dua bagian, yaitu wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel sehingga dapat dibuka dan ditutup dengan mudah. Bagian penutup dirancang bertingkat dan dihiasi relief garis-garis geometris pada permukaan atasnya. Motif utama yang tampak menyerupai simbol simpul atau bunga empat kelopak yang memanjang secara horizontal, memberikan kesan dekoratif sekaligus mempertegas nilai estetikanya. Secara fungsional, cerana ini digunakan sebagai wadah untuk meletakkan perlengkapan menyirih, seperti pinang, kapur, gambir, dan tembakau. Kehadirannya tidak hanya sebagai perlengkapan rumah tangga, tetapi juga memiliki makna sosial dalam tradisi masyarakat Melayu, terutama dalam penyambutan tamu atau upacara adat. Berdasarkan bentuk dan gaya hiasannya, cerana ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Masehi.

KENDI (08.586.2016)

Image
Kendi ini terbuat dari tanah liat berglasir dan terdiri atas tiga bagian utama, yaitu badan, leher, dan gagang. Bagian badan berbentuk bulat lebar sebagai ruang utama penampung air, sedangkan lehernya relatif pendek dengan bibir mulut ( rim ) yang sedikit melebar ke luar untuk memudahkan proses penuangan. Pada sisi samping terdapat gagang yang melengkung dan dilapisi lilitan rotan, sehingga memberikan cengkeraman yang lebih kuat serta mencegah tangan tergelincir saat digunakan. Seluruh badan kendi dibungkus dengan jaring-jaring yang terbuat dari jalinan serat alam, seperti rotan atau mendong, yang disusun saling mengunci. Anyaman ini berfungsi sebagai pelindung dari benturan sekaligus memperkuat struktur luar kendi. Untuk menjaga kestabilannya, kendi diletakkan di atas piringan anyaman rotan (lepa) sebagai dudukan agar bagian dasarnya tidak langsung bersentuhan dengan tanah atau permukaan keras lainnya.  Secara fungsional, kendi ini digunakan sebagai wadah air minum harian yang ma...

TEMPAT NIRA (08.511.2016)

Image
  Wadah ini terbuat dari tanah liat dan berbentuk bulat menyerupai globus (globular). Permukaan luarnya dibungkus dengan lilitan tali yang berfungsi sebagai pelindung dari benturan sekaligus memudahkan pegangan saat dipindahkan. Pada bagian atasnya terdapat tutup berbahan kayu yang dihiasi figur antropomorfik berupa patung manusia kecil dalam posisi jongkok. Di bagian kepala figur tersebut tampak ikatan rambut atau bulu yang berdiri tegak sebagai unsur dekoratif sekaligus simbolik. Untuk menjaga kestabilannya ketika diletakkan di permukaan datar, wadah ini ditempatkan di atas piringan anyaman rotan, seperti tampah kecil atau lepa, yang berfungsi sebagai alas penopang. Secara fungsional, wadah ini digunakan untuk menampung dan menyimpan nira, yaitu cairan manis yang disadap dari bunga pohon aren atau palem. Nira tersebut dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun difermentasi menjadi minuman tradisional yang dikenal sebagai tuak. Selain memiliki fungsi praktis, bentuk dan hiasanny...

BEDUG

Bedug merupakan instrumen perkusi tradisional yang menjadi simbol syiar Islam di Nusantara, khususnya di tanah Melayu. Secara fisik, bedug berbentuk tabung besar dengan badan (selongsong) yang terbuat dari kayu keras dan tahan lama, seperti kayu nangka atau kayu jati. Permukaan badan bedug umumnya dilapisi cat berwarna gelap sebagai pelindung sekaligus memperkuat kesan kokoh. Pada salah satu atau kedua sisi penampangnya dipasang kulit hewan—biasanya kulit sapi atau kerbau—yang telah dikeringkan dan diregangkan dengan sangat kuat. Kulit tersebut dikaitkan pada badan kayu menggunakan rangkaian paku kayu atau pasak yang ditanam mengelilingi tepiannya guna menjaga ketegangan dan kualitas resonansi suara. Dalam tradisi Melayu Riau, bedug tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu salat, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial dan simbol peresmian acara besar keagamaan. Bunyi bedug yang berat dan bergaung menjadi penanda berkumpulnya masyarakat sekaligus isyarat dimulainya suatu kegiata...

UANG KOIN 10 SEN EMISI 1951

Koin Republik Indonesia ini berbentuk bulat pipih dan terbuat dari bahan aluminium yang ringan. Diameter koin sekitar 23 mm,  ketebalan kurang lebih 2 mm, dan berat sekitar 1,7 gram . Permukaannya menampilkan relief tulisan dan gambar yang dicetak menonjol, sehingga unsur visual dan simboliknya tampak jelas meskipun ukurannya relatif kecil. Pada sisi depan ( obverse ) terdapat lambang negara Garuda Pancasila yang ditempatkan sebagai pusat komposisi. Di bagian atas tertera teks “Indonesia” dalam aksara Arab-Melayu (Jawi). Sementara itu, pada sisi belakang (reverse ) terdapat tulisan melingkar “INDONESIA” di bagian atas dan angka tahun “1951” di bagian bawah yang diapit oleh empat simbol bunga kecil, masing-masing dua di sisi kiri dan kanan. Di bagian tengah tercantum nilai nominal “10 SEN” dengan latar belakang dekorasi geometris. Pada bagian bawah nilai nominal terdapat simbol caduceus sebagai tanda percetakan dari Koninklijke Nederlandse Munt di Utrecht, serta simbol ikan seba...

UANG KOIN 5 SEN EMISI 1951 (06.913)

Koin ini berbentuk bulat pipih dengan lubang di bagian tengah dan terbuat dari aluminium. Diameter koin sekitar 18 mm, ketebalan kurang lebih 1,3 mm, dan berat sekitar 0,56 gram. Permukaannya menampilkan relief tulisan dan gambar yang dicetak menonjol. Lubang di tengah menjadi ciri khas desainnya, berfungsi untuk menghemat bahan logam sekaligus memudahkan penyimpanan dengan cara dirangkai menggunakan tali. Pada sisi depan ( obverse ) terdapat tulisan “INDONESIA 1951” di bagian atas dan “5 SEN” di bagian bawah, disertai gambar tangkai padi yang melengkung di kiri dan kanan lubang sebagai lambang kemakmuran. Di dekat angka “5” terdapat dua tanda kecil, yaitu simbol caduceus sebagai mintmark dari Koninklijke Nederlandse Munt di Utrecht serta simbol ikan sebagai mintmaster mark dari Dr. J.W.A. van Hengel. Pencetakan di Belanda dilakukan karena pada masa itu Indonesia belum memiliki fasilitas percetakan uang logam sendiri. Pada sisi belakang ( reverse ) tertera tulisan aksara Arab-Melay...

UANG KOIN 1 GULDEN EMISI 1928 (06.1016)

Koin ini merupakan mata uang utama dari Kerajaan Belanda pada awal abad ke-20. Secara fisik, koin berbentuk bulat pipih dengan tepi rata dan dibuat dari bahan utama perak. Diameter koin sekitar 28 mm dengan berat standar kurang lebih 10 gram, sesuai dengan standar uang perak yang berlaku pada masa itu. Permukaannya menampilkan relief tulisan dan gambar yang dicetak menonjol dengan teknik tinggi, mencerminkan kualitas produksi percetakan uang logam negara. Pada sisi depan ( obverse ) terpahat profil Wilhelmina menghadap ke kiri. Di sekelilingnya terdapat tulisan melingkar berbunyi “WILHELMINA KONINGIN DER NEDERLANDEN” yang menegaskan kedudukannya sebagai Ratu Belanda. Potret resmi ini menjadi ciri khas koin gulden pada masa pemerintahannya dan berfungsi sebagai simbol legitimasi monarki. Sisi belakang ( reverse ) menampilkan lambang negara Belanda berupa singa bermahkota yang memegang pedang dan anak panah di dalam perisai. Di bagian bawah tertera nominal “1 G” dan angka tahun “1928”, ...