MENYULAM
Menyulam adalah seni menghias kain yang memiliki sejarah sangat panjang, bahkan telah dikenal sejak 14 Abad Sebelum Masehi oleh bangsa Mesir. Seni ini berawal dari kebutuhan dasar yang sifatnya praktis, yaitu untuk memperbaiki, menambal, dan memperkuat pakaian dari kulit atau kain primitif menggunakan jarum tulang dan benang alami. Seiring berkembangnya teknik menenun dan ditemukannya benang yang lebih halus, seperti sutra, emas, atau perak, menyulam berevolusi dari praktik kebutuhan menjadi seni dekoratif yang rumit. Secara esensi, menyulam berbeda dengan menjahit atau merenda, sebab menyulam berfokus pada penambahan efek dekoratif pada kain yang sudah jadi dengan cara menisik untuk memperindah kain sederhana (misalnya pada pakaian, sprei, atau hiasan).
Proses menyulam dilakukan secara manual dan dengan teknik yang
sederhana, dimulai dengan menempelkan atau menggambar pola pada kain. Teknik
menisik yang digunakan sangat beragam. Salah satunya adalah tisik mendatar,
yaitu tisikan yang dibuat lurus horizontal dan berfungsi utama untuk mengisi
bagian pola yang belum terisi. Ada pula tisik simpul yang bertujuan
menghasilkan efek tekstur, dibuat dengan prosedur khas yaitu menarik benang
dari bawah kain, kemudian memutar benang sebanyak dua kali pada batang jarum,
baru kemudian jarum ditarik kembali. Selain itu, ada teknik tisik rantai yang
mekanismenya melibatkan penarikan jarum dari bawah, menyisipkannya kembali ke
arah semula, dan mengeluarkannya di atas benang yang telah dilalui; cara yang
persis sama juga digunakan untuk membuat tisik ikal.
Comments
Post a Comment