PERMAINAN CONGKLAK

Congklak merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Melayu yang sudah dikenal sejak masa lampau dan sangat populer diberbagai daerah di Riau. Pada umumnya congklak dimainkan oleh kaum perempuan, baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Biasanya aktifitas permainan ini dilakukan pada sore hari,  di beranda atau teras rumah sebagai pengisi waktu senggang menghibur diri para pelaku permainan. Permainan congklak dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan seperangkat alat yaitu rumah congklak yang terbuat sari kayu dan dan 98  buah  congklak dari cangkang siput, yang disebut juga dengan kucing-kucing. Pada  kedua  sisi  kiri-kanan rumah congklak terdapat dua buah lubang disebut lubang induk dan  tujuh buah lubang yang berbanjar dua disebut dengan lubang rumah, untuk memasukan atau mengisi buah congklak saat berjalannya permainan. 

Jalannya permainan congklak pertama-tama masing-masing lubang rumah diisi dengan tujuh buah congkak. Tidak ada ketentuan buah congklak dari lubang rumah mana yang harus pertama kali diambil dalam mengawali permainan.  Permainan congklak dimulai dengan kedua pemain bersamaan mengambil semua buah congklak yang ada dari salah satu lubang rumah miliknya masing-masing, kemudian sesuai dengan putaran arah jarum jam kedua pemain tersebut mengisikan satu buah congklak yang berada ditangannya pada setiap lubang rumah yang dilewati termasuk lubang induk miliknya dan juga lubang rumah lawan yang dilewatinya. 

Apabila buah congklak dari salah satu pemain  berakhir mengisi pada lubang rumah yang kosong, dengan  demikian pemain tersebut dinyatakan kalah untuk sementara dan harus menunda permainannya hingga lawannya pun menjatuhkan buah congklak terakhirnya dalam lubang rumah yong kosong  pula  dan  dinyatakan  kalah juga untuk sementara, dengan demikian giliran bermain pindah pada lawannya, begitu terus menerus. Penentuan menang atau kalah dalam permainan ini ditentukan jumlah buah congklak yang terisi pada masing-masing lubang induk. Pemain yang pada akhir permainan memiliki jumlah buah congklak pada lubang induknya yang lebih banyak maka dinyatakan sebagai pemenang, yang disebut dengan menang papan. Biasanya permainan ini berakhir setelah ada salah satu pemain yang terlebih dahulu mendapatkan 2 kali kemenangan. 

Permainan ini selain sebagai aktifitas yang dapat menyenangkan hati para pelaku atau pemainnya, juga sarat akan kandungan nilai-nilai budaya, antara lain: nilai sosialis, kepatuhan, kecakapan berpikir, kecakapan berhitung,  kejujuran, kesabaran dan ketelitian. Serta  yang tidak kalah pentingnya, bahwa permainan tradisional ini sangat demokrasi sehingga dapat dimainkan oleh siapa saja, tanpa mempersoalkan ras, agama, strata sosial dan budaya, sehingga permainan tradisional telah menanamkan “Unity in diversity” atau persatuan dalam keberagaman.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN