BERMAIN BONEKA
Bermain boneka adalah kegiatan permainan pura-pura (pretend play) yang dilakukan anak-anak perempuan, menggunakan boneka sebagai objek utama untuk melatih imajinasi mereka. Tradisi ini telah dikenal di Nusantara sejak masa kerajaan dan kolonial. Pada awalnya, boneka dibuat sederhana dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan, seperti sabut kelapa, kain perca, atau tanah liat. Namun, di era kolonial, pengaruh budaya Barat membawa masuk boneka modern berbahan porselen dan plastik, yang kemudian menjadi simbol status sosial yang dipakai oleh kaum priyayi atau bangsawan.
Aktivitas bermain boneka
merupakan sarana utama bagi anak-anak untuk memahami peran gender dan struktur
sosial dalam masyarakat. Permainan ini biasanya dilakukan anak-anak baik
sepulang sekolah maupun di hari libur. Dalam simulasi ini, mereka sering
memainkan peran 'Ibu dan Anak' atau 'Keluarga', dan melalui peran ini mereka
belajar keterampilan domestik seperti merawat, memasak, dan mengelola rumah
tangga. Selain itu, anak-anak juga mengembangkan empati dan rasa tanggung jawab
dengan merawat boneka seolah boneka tersebut adalah makhluk hidup atau adik
mereka. Karena sering dilakukan secara berkelompok, permainan boneka juga
efektif melatih anak dalam berbagi, berkomunikasi, dan bernegosiasi peran.
Comments
Post a Comment