CETAKAN KUE

Loyang cetakan kue adalah alat penting di dapur yang dipakai untuk membuat kue dengan pola atau bentuk yang khas. Alat ini terbuat dari kuningan, berbentuk seperti mangkuk bundar dengan bagian tengah yang cekung. Cekungan ini membentuk pola yang mirip mahkota atau kelopak bunga yang simetris dan indah. Loyang ini juga dilengkapi dengan dua pegangan melengkung di dekat tepinya yang berfungsi untuk memudahkan pengguna memindahkan loyang saat masih panas. Masyarakat Riau secara khusus menggunakan loyang ini untuk membuat kue tradisional mereka yang terkenal, yaitu Bolu Kemojo. Nama kue tersebut diambil dari kata 'Kamboja', karena cetakannya memang membentuk pola khas seperti kelopak bunga kamboja.

Loyang ini sangat vital karena berfungsi sebagai wadah yang menghantarkan panas untuk membentuk, mematangkan, dan memberikan pola unik pada adonan kue. Secara sederhana, cara kerja loyang ini melibatkan tiga tahap utama: memanaskan loyang, mencetak pola, dan mematangkan adonan hingga selesai. Ketika loyang diletakkan di atas api, bagian bawahnya akan menyerap panas dan menyebarkannya secara merata ke seluruh permukaan cetakan. Ini penting agar adonan bisa matang sempurna, dari bagian bawah hingga ke atas.

Langkah pertama dalam proses memasak adalah memanaskan loyang (pre-heating) dan melapisinya dengan sedikit lemak (seperti mentega atau minyak) serta tepung. Pemanasan ini memastikan adonan langsung bersentuhan dengan suhu panas yang cukup, yang membantu kue mengembang dengan baik dan mencegah adonan lengket pada cetakan. Setelah adonan dituang, cetakan dengan lekukan bunga segera membentuk pola pada adonan yang mulai mengembang, memastikan bentuk akhirnya sesuai dengan desain cetakan. Untuk pematangan yang paling baik, panas diberikan tidak hanya dari bawah dengan kompor (cara hantar panas langsung), tetapi juga dari atas cetakan dengan bara api (cara hantar panas tidak langsung). Teknik pemanasan ganda ini menciptakan kondisi seperti oven mini, sehingga kue matang merata di seluruh bagian dan permukaan atasnya menghasilkan warna cokelat keemasan yang cantik.

Dalam tradisi ini, perempuan memiliki peran dan tanggung jawab utama dalam seluruh proses pembuatan kue. Ini dimulai dari menyiapkan adonan hingga menggunakan loyang untuk membentuk pola khas. Keterampilan dan ketelatenan merekalah yang menjamin kue matang sempurna, memiliki tekstur yang tepat, serta bentuk dan pola bunga yang terlihat indah. Oleh karena itu, cetakan kue ini bukan hanya sekadar alat, melainkan merupakan warisan turun-temurun. Melalui penggunaan alat ini, para perempuan mewariskan pengetahuan penting, seperti resep, teknik mencetak, dan juga pemahaman tentang makna di balik kue yang mereka buat. Kue yang dihasilkan perempuan ini memiliki peran kunci dalam acara adat dan perayaan keluarga. Kualitas kue yang disajikan menjadi cerminan langsung dari status sosial, keramahan, dan kehormatan yang ditunjukkan oleh keluarga tersebut kepada para tamu.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN