ALAT PERAS
No. Inv. : 03.396/2016
Alat ini adalah peralatan rumah tangga berbahan besi yang berfungsi utama sebagai alat peras dan pelumat bahan makanan, dan sangat populer penggunaannya pada era akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Masehi. Struktur alat ini terdiri dari tiga bagian utama: wadah/keranjang, sistem pegangan, dan pelat pendorong (plunger). Keranjang peras berfungsi sebagai penampung bahan yang akan diolah. Keranjang tersebut berbentuk mangkuk besar dengan lubang-lubang kecil seukuran butiran beras di bagian bawah, yang berfungsi sebagai saringan untuk memisahkan cairan dari ampas.
Sistem pegangan dirancang menyerupai sepasang penjepit besar atau gunting. Pegangan ini dibagi menjadi pegangan atas dan pegangan bawah yang terhubung pada satu titik engsel (pivot point). Pegangan bawah terikat pada keranjang peras, sementara pegangan atas terhubung dengan Pelat Pendorong (Plunger). Pelat pendorong ini sendiri berupa cakram logam bundar yang rata, dengan dimensi yang sedikit lebih kecil dari keranjang agar dapat masuk dengan pas. Engsel pada pegangan berfungsi sebagai tuas (lever) yang memungkinkan alat dibuka dan ditutup untuk melakukan penekanan.
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip tekanan tuas (lever pressure). Ketika kedua pegangan ditekan ke arah satu sama lain, pelat pendorong akan bergerak ke bawah, menembus masuk ke dalam keranjang, dan mendorong isinya. Tekanan yang kuat ini memaksa sari atau adonan bahan makanan yang sudah lumat untuk keluar melalui lubang-lubang kecil di dasar keranjang. Mekanisme sederhana ini menjadikannya perkakas yang efektif untuk mengolah berbagai bahan makanan.
Dalam konteks sosial, penggunaan alat rumah tangga ini terkait erat dengan peran tradisional perempuan dalam pengolahan makanan dan persiapan hidangan utama di dapur. Selain memiliki nilai fungsional yang tinggi, alat ini juga memegang nilai budaya yang mendalam. Alat peras dan pelumat ini tidak hanya menjadi simbol ketelatenan dan peran penting perempuan dalam rumah tangga, tetapi juga mencerminkan warisan tradisi, keterampilan pandai besi lokal yang membuat perkakas tersebut, dan semangat kebersamaan yang terjalin dalam kehidupan masyarakat.
.png)
Comments
Post a Comment