MEMBATIK
Membatik adalah seni menghias kain dengan mengaplikasikan malam (lilin panas) menggunakan canting, diikuti dengan pewarnaan celup berulang untuk membentuk pola dan motif tertentu. Kata batik sendiri berasal dari akar kata 'tik' (berarti titik kecil) dalam bahasa Jawa, yang menyimbolkan proses pekerjaan yang halus, lembut, dan penuh keindahan. Secara teknik, batik dibagi menjadi dua, yaitu batik tulis dan batik cap. Dahulu kala, hanya dikenal batik tulis yang dibuat dengan canting tulis, di mana kehalusan kain batik sangat bergantung pada ukuran lubang canting yang kecil. Tradisi membatik ini berawal di lingkungan keraton pada abad ke-17 hingga ke-18, di mana perempuan bangsawan membatik untuk busana keluarga kerajaan dengan motif bermakna simbolis, dan kemudian menyebar ke masyarakat luas melalui jalur sosial dan perdagangan.
Proses membatik, khususnya batik tulis tradisional, adalah
serangkaian tahapan yang rumit dan memerlukan ketelatenan tinggi. Peralatan
utama yang dibutuhkan meliputi canting, wajan untuk mencairkan malam, kain mori
sebagai media, dan bahan pewarna alami. Tahap awal adalah mencuci dan merendam
kain mori (biasanya katun) dalam larutan minyak jarak atau air beras untuk
memastikan penyerapan warna yang baik. Pembatik lalu membuat pola atau motif
tipis menggunakan pensil di atas kain yang dibentangkan pada alat penyangga.
Sebelum mencanting, malam dicairkan, diambil dengan canting, dan ditorehkan
pada kedua sisi kain sesuai pola. Bagian kain yang tidak ingin diwarnai ditutup
dengan lapisan malam tebal. Selanjutnya, kain dicelupkan ke dalam larutan
pewarna dan dikeringkan. Proses ini dapat diulang beberapa kali untuk
menghasilkan variasi warna dan corak yang rumit. Terakhir, kain direbus dalam
air panas (pelorodan) untuk meluruhkan malam, sehingga motif batik terlihat
jelas.
Comments
Post a Comment