CAPING

Caping adalah penutup kelamin yang dikenakan oleh anak-anak perempuan bangsawan. Benda yang dipamerkan ini berasal dari Kerajaan Lingga dan telah digunakan sejak abad ke-17 sebagai bagian dari busana dalam kalangan bangsawan perempuan. Istilah ‘caping’ sendiri tercatat dalam Kitab Pengetahuan Bahasa karya Raja Ali Haji, seorang pujangga Kerajaan Melayu Lingga pada abad ke-19. Pakaian ini dikenakan oleh anak-anak sejak usia sekitar dua tahun (saat mulai berjalan) hingga mereka mampu memakai kain sarung sendiri, dengan cara diikatkan pada perut si anak menggunakan benang.

Caping ini memiliki detail fisik yang halus dan material yang mewah. Caping ini terbuat dari perak dan dibentuk menyerupai hati. Ia dihiasi bunga di bagian tengah yang dibuat dari batu berwarna merah muda atau jingga, dikelilingi oleh ukiran timbul bermotif flora. Untuk mekanisme pemasangan, di bagian atasnya terdapat pengait bulat dengan lubang di tengah, yang berfungsi sebagai tempat tali pengikat caping.

Secara budaya, caping memiliki fungsi pelindung dan merefleksikan adanya perhatian serta perlindungan yang kuat dari masyarakat terhadap kaum perempuan. Terdapat kepercayaan bahwa caping dapat melindungi pemakainya dari roh jahat. Untuk memperkuat fungsi ini, pada pemasangan pertama, benang yang digunakan mengikat caping akan diberi jampi-jampi atau mantra oleh dukun.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN