Posts

Showing posts from January, 2025

DONSI

Image
  1. DONSI (No. Inv. : 03.582/2016) Terbuat dari perak dan terdiri dari dua buah wadah dengan ukuran berbeda yang dihubungkan rantai serta masing-masing memiliki tutup yang disatukan dengan engsel. Wadah yang berukuran besar berbentuk mangkuk, alas datar, memiliki penampang berbentuk segi delapan, dan permukaan luarnya diukir membentuk hiasan dengan ukiran motif sulur flora.  Wadah yang berukuran kecil berbentuk bundar dan alas cekung dengan permukaan polos. Donsi atau celepa merupakan wadah menyimpan bahan-bahan sirih yang sudah diramu dan dapat dibawa ke mana-mana karena ukurannya yang kecil.   Wadah tersebut cukup untuk kebutuhan individu dalam menjalankan budaya kesehariannya menginang sirih, dan dapat menjadi simbol status sosial orang yang memilikinya  dalam pergaulan luas di masyarakat, dan hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu di masa lalu.  Donsi ini diperkirakan dibuat pada awal abad ke-20 masehi.   2. DONSI ( No. Inv. : 03.581/2016) Terbuat d...

PERLENGKAPAN TEMPAT TIDUR

Image
  1. KAIT KELAMBU Terbuat dari perak dan berfungsi sebagai perlengkapan tempat tidur yang mana diikatkan pada setiap sudut kelambu yang biasa digunakan oleh para bangsawan pada zaman dahulu. 2. TAMPUK BANTAL Terbuat dari perak dengan bentuk persegi panjang pipih, dihiasi ukiran timbul bunga salur pada tepi dan di tengahnya terdapat pusat punat berbentuk lingkaran kecil. Sekeliling tepi tampuk bantal terdapat lubang kecil yang berfungsi untuk mengaitkan benang.  Tampuk bantal merupakan hiasan yang dipasangkan pada ujung bantal menggunakan benang. 3. TAMPUK BANTAL Terbuat dari perak dengan bentuk persegi panjang pipih, dihiasi ukiran motif wajik pada bagian tengah yang di dalamnya terdapat ukiran motif sulur daun, pada bagian tepi tampuk bantal terdapat lubang kecil yang mengelilingi untuk mengaitkan benang. Tampuk bantal merupakan hiasan yang dipasangkan pada ujung bantal menggunakan benang. 4. TAMPUK BANTAL Terbuat dari perak dan berbentuk bundar pipih, dihiasi penuh...

AKSESORIS PAKAIAN ADAT

Image
1. KANCING BAJU   Kancing baju ini terbuat dari bahan perak, yang berfungsi sebagai pengait baju dengan berbentuk bulat serta pada bagian atas terdapat hiasan bunga tampak manggis, bulatan timbul dan garis- garis seperti labuh. 2. KANCING BAJU Kancing baju ini terbuat dari bahan perak, yang berfungsi sebagai pengait baju dengan berbentuk bulat serta pada bagian atas terdapat hiasan bunga tampak manggis, bulatan timbul dan garis- garis seperti labuh. 3. KANCING BAJU Kancing baju ini terbuat dari bahan perak, yang berfungsi sebagai pengait baju dengan berbentuk bulat serta pada bagian atas terdapat hiasan bunga tampak manggis, bulatan timbul dan garis- garis seperti labuh. 4. BROS BAJU Terdiri dari kawat-kawat halus yang terbuat dari perak dan dibentuk dengan teknik filigree dan didesain menyerupai bingkai dengan  bentuk bundar maupun lonjong . Filigree merupakan teknik dalam pembuatan perhiasan atau aksesoris dari logam dengan cara memelintir kawat - kawat halus hingga menjadi ...

BROS BAJU

Image
  Terdiri dari kawat-kawat halus yang terbuat dari perak dan dibentuk dengan teknik filigree dan didesain menyerupai bingkai dengan  bentuk bundar maupun lonjong . Filigree merupakan teknik dalam pembuatan perhiasan atau aksesoris dari logam dengan cara memelintir kawat - kawat halus hingga menjadi kawat yang lebih tebal. Untuk mempercantik tampilannya, bros baju umumnya dilengkapi dengan ornamen tambahan seperti permata serta ukiran flora dan fauna. Bagian belakang bros baju terdapat pengait yang terdiri dari jarum (pin) dan pengunci (clasp) yang menempel pada dudukan dan menyatu dengan bagian depan bros baju. Diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi.

BROS BAJU

Image
Terdiri dari kawat-kawat halus yang terbuat dari perak dan dibentuk dengan teknik filigree dan didesain menyerupai bingkai dengan  bentuk bundar maupun lonjong . Filigree merupakan teknik dalam pembuatan perhiasan atau aksesoris dari logam dengan cara memelintir kawat - kawat halus hingga menjadi kawat yang lebih tebal. Untuk mempercantik tampilannya, bros baju umumnya dilengkapi dengan ornamen tambahan seperti permata serta ukiran flora dan fauna. Bagian belakang bros baju terdapat pengait yang terdiri dari jarum (pin) dan pengunci (clasp) yang menempel pada dudukan dan menyatu dengan bagian depan bros baju. Diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi.

PERLENGKAPAN BERHIAS

Image
  P erlengkapan berhias dan perawatan diri (toilet set) yang  dirancang untuk dikenakan di pinggang atau dada.  Terbuat dari perak,  terdiri dari dua buah wadah dan berbagai alat kecil praktis . Kedua wadah tersebut memiliki ukuran yang berbeda: wadah yang kecil berbentuk setengah lingkaran dengan alas dan tutup datar berornamen ukiran; sementara wadah yang lebih besar berbentuk bundar dengan alas dan tutup yang sedikit cembung. Alat-alat kecil yang tergantung memiliki fungsi yang sangat spesifik untuk kebersihan pribadi, meliputi: pengorek telinga ( ear pick ) dengan ujung kecil melengkung atau bulat, pembersih kuku dengan ujung spatula atau runcing, dan sendok kecil yang berfungsi sebagai pengambil pinang atau kapur untuk tradisi menginang/menyirih.  Seluruh set peralatan ini terhubung dengan rantai yang dihiasi rumbai berjumbai yang indah.  Berdasarkan karakteristik material dan gaya pembuatannya, perlengkapan berhias yang rumit ini diperkirakan dib...

GELANG

Image
Terbuat dari perak, berbentuk lingkaran yang kaku dan lebar, memiliki engsel yang membagi gelang tepat dua bagian. Gelang ini memiliki dua ujung yang berbentuk bulat dan bermotif terawang. Desain permukaan gelang ini berupa ukiran yang menyerupai lilitan. Gelang ini disebut juga dengan gelang manset dan biasanya dikenakan di pergelangan tangan bagian atas. Diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi.

GELANG

Image
Terbuat dari perak, berbentuk lingkaran yang kaku dan lebar, memiliki engsel yang membagi gelang tepat dua bagian. Gelang ini memiliki dua ujung yang berbentuk bulat dan bermotif terawang. Desain permukaan gelang ini berupa ukiran yang menyerupai lilitan. Gelang ini disebut juga dengan gelang manset dan biasanya dikenakan di pergelangan tangan bagian atas. Diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 masehi.

IKAT PINGGANG

Image
Terbuat dari perak dengan bentuk lempengan persegi dan agak cembung berjumlah 18 buah yang terhubung satu sama lain. Ikat pinggang ini memiliki kepala berbentuk pipih dan tepian bergelombang yang ukurannya lebih besar dari lempengan lainnya. Permukaan ikat pinggang ini memiliki motif fauna dan flora terawang dan pada bagian belakang kepala ikat pinggang terdapat pengait ikat pinggang berbentuk segi empat . Digunakan sebagai pelengkap pada pakaian adat Melayu dan diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi.

KEPALA IKAT PINGGANG

Image
Terbuat dari perak dengan bentuk pipih lonjong dan permukaan agak cembung. Memiliki bentuk seperti bunga dengan tepian bergelombang. Permukaan depannya dipenuhi dengan hiasan ukiran motif flora. Pada permukaan belakang terdapat pengait ikat pinggang berbentuk segi empat. Digunakan sebagai gesper / kepala ikat pinggang pada pakaian adat Melayu dan diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi.

TUSUK SANGGUL

Image
Terbuat dari perak, terdiri dari batang yang dibuat berpilin dan meruncing ke ujung serta bagian kepala yang didesain sebagai hiasan yang diukir menyerupai bunga dan dipadu dengan batu permata. Tusuk sanggul ini ditusukkan melewati sanggul rambut wanita yang berfungsi sebagai penyanggah sekaligus perhiasan pada sanggul. Penggunaan tusuk sanggul sudah dilakukan sejak berabad-abad silam dan di Indonesia sendiri tusuk sanggul memiliki desain dan bentuk fisik yang berbeda dan memiliki ciri khas pada tiap-tiap daerah. Tusuk sanggul biasanya dipakai bersamaan dengan pakaian adat dan pada acara resmi. Selain memiliki fungsi praktis dan keanggunan, tusuk sanggul juga dapat menunjukkan status sosial, identitas budaya, dan kehormatan bagi si pemakainya. 

DONSI

Image
Terbuat dari perak yang terdiri dari dua buah wadah dengan ukuran berbeda yang dihubungkan rantai dan masing-masing memiliki tutup yang disatukan dengan engsel. Wadah yang berukuran besar berbentuk mangkuk, alas datar, memiliki penampang berbentuk segi delapan, dan permukaan luarnya dihiasi ukiran motif sulur flora.  Wadah yang berukuran kecil berbentuk mangkuk bulat dan alas cekung dengan permukaan polos. Donsi ini diperkirakan dibuat pada awal abad ke-20 masehi.   Donsi merupakan wadah menyimpan bahan-bahan menginang sirih yang dapat dibawa ke mana-mana karena ukurannya yang kecil. Donsi juga menjadi simbol status sosial orang yang memilikinya dalam pergaulan luas di masyarakat, dan hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu di masa lalu.

TEPAK SIRIH

Image
Terbuat dari kuningan dengan penampang berbentuk segi delapan, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding  yang rendah dan tutup berundak yang dihiasi ornamen ukiran motif geometris.  Tepak sirih ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.   Berfungsi sebagai wadah meletakkan perlengkapan menyirih.

TEPAK SIRIH

Image
Terbuat dari kuningan dengan penampang berbentuk segi delapan, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding yang rendah dan tutup berundak yang dihiasi ornamen ukiran motif geometris.  Tepak sirih ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.   Berfungsi sebagai wadah meletakkan perlengkapan menyirih.

TEPAK SIRIH

Image
Terbuat dari kuningan dengan penampang berbentuk segi delapan, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding yang rendah dan tutup berundak yang dihiasi ornamen ukiran motif flora.  Tepak sirih ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.   Berfungsi sebagai wadah meletakkan perlengkapan menyirih.

TEMPAT TEMBAKAU

Image
Terbuat dari kuningan dengan penampang berbentuk segi delapan, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding yang rendah dengan permukaan dinding wadah dan tutupnya polos. Tempat tembakau digunakan sebagai wadah untuk menyimpan tembakau agar tetap kering dan aromanya tetap terjaga. Tempat tembakau ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.  

TEMPAT KAPUR SIRIH

Image
Terbuat dari kuningan dengan bentuk wadah seperti tabung dengan lingkaran tengah badan lebih kecil dari lingkaran alas dan atas tutupnya. Permukaan atas tutupnya rata dan terdapat ornamen garis-garis yang membentuk lingkaran. Tempat sirih ini digunakan sebagai salah satu perlengkapan peralatan menyirih dan berfungsi sebagai wadah kapur sirih.

KERIS (No. Inv. : 03.1504/2016)

Image
  Bilah terbuat dari besi dan berbentuk pipih. Bagian ujung bilah atau tip nya sedikit runcing dan melengkung. Hulu keris atau pegangannya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk bulat dan terdapat ukiran menyerupai mahkota bunga yang disebut tapak kuda. Sarung keris terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk lonjong, permukaan pangkal sarung diberi ukiran motif geometris, serta sampir atau bagian pangkal sarung melengkung menyerupai perahu. Bagian ujung sarung sedikit melebar dan memiliki permukaan bawah yang datar. Keris ini diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi. Keris ini digunakan sebagai senjata untuk membela diri dan juga digunakan sebagai alat ataupun atribut / pelengkap pakaian dalam upacara adat.

TEMPAT TEMBAKAU

Image
Terbuat dari perak dengan penampang berbentuk segi delapan, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding yang rendah dengan permukaan dinding wadah dan tutupnya dihiasi dengan ukiran timbul motif flora. Tempat tembakau digunakan sebagai wadah untuk menyimpan tembakau agar tetap kering dan aromanya tetap terjaga. Tempat tembakau ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.  

TEMPAT TEMBAKAU

Image
Terbuat dari perak dengan penampang berbentuk persegi, terdiri dari wadah dan tutup yang disatukan dengan engsel. Wadahnya memiliki dinding yang rendah dengan permukaan dihiasi dengan ukiran timbul motif flora dan permukaan tutupnya dihiasi dengan ukiran timbul motif flora dan fauna. Tempat tembakau ini diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi.  

KERIS MELAYU

Image
  No. Inv. : 03.432/2016 Bilah terbuat dari besi dan berbentuk pipih. Bagian ujung bilah atau tip nya sedikit runcing dan melengkung. Hulu keris atau pegangannya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk bulat, memiliki ukiran dan lekukan yang menyerupai kepala burung. Sarung keris terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk lonjong, permukaan polos, serta sampir atau bagian pangkal sarung melengkung menyerupai perahu. Bagian ujung sarung mengecil dan permukaan di bawanya datar. Keris ini diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi. Keris ini digunakan sebagai senjata untuk membela diri dan juga digunakan sebagai alat ataupun atribut / pelengkap pakaian dalam upacara adat.

TOMBAK SIAK (No. Inv. : 05.16/2016)

Image
Tombak ini merupakan representasi artefak militer dan budaya dari Kesultanan Siak, dibuat pada periode akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Masehi. Bilahnya terbuat dari besi yang dibentuk menjadi segitiga pipih yang tajam, menandakan fungsinya yang efisien sebagai senjata penusuk. Hulu atau gagangnya terbuat dari bahan kayu keras dengan penampang bulat dan berukuran panjang, memberikan stabilitas dan kekuatan saat digunakan. Pangkal gagang dihiasi dengan balutan kepingan logam berornamen ukiran, menunjukkan kualitas kerajinan tinggi. Tombak ini memiliki peran ganda yang signifikan: selain berfungsi sebagai senjata utama infanteri dalam pertempuran, ia juga merupakan benda seremonial yang wajib dibawa dalam berbagai upacara kerajaan atau penobatan di Kesultanan Siak, melambangkan kekuasaan dan kedaulatan.

TUMBUK LADA (No. Inv. : 03.1713/2016)

Image
  Tumbuk Lada adalah senjata tikam khas Melayu yang secara fisik terdiri dari tiga bagian utama: bilah pipih yang tajam, lurus sedikit melengkung dan terbuat dari besi, gagang (hulu) yang terbuat dari kayu yang memiliki ukiran menyerupai kelopak bunga (biasanya disebut tapak kuda), dan sarung yang melindungi bilah, dihiasi dengan logam berukir motif flora. Secara fungsional dan filosofis, Tumbuk Lada mewakili peribahasa "kecil-kecil cili padi" (kecil-kecil cabai rawit), menegaskan bahwa meskipun ukurannya ringkas dibandingkan parang atau pedang jenawi, senjata ini sangat berbahaya dan mematikan. Makna Pemakaiannya: Simbol Ketenangan yang Menghanyutkan: Tumbuk Lada menjadi manifestasi dari keberanian yang tersembunyi di balik sikap Melayu yang santun dan tutur kata yang halus. Senjata ini adalah peringatan tersirat bahwa di balik kelembutan itu terdapat kemampuan membela diri yang fatal jika harga diri ( marwah ) seseorang diinjak-injak. Rasa sakit akibat tikaman Tumbuk Lada ...

TUMBUK LADA (No. Inv. : 03.1712/2016)

Image
  Bilah terbuat dari besi dan berbentuk pipih. Bagian ujung bilah atau tip nya sedikit runcing dan melengkung. Pegangannya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk bulat dan terdapat ukiran menyerupai mahkota bunga yang disebut tapak kuda. Pangkal pegangannya berbentuk bulat dan terdapat hiasan menyerupai kelopak bunga yang terbuat dari logam. Sarungnya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk lonjong, sedikit melengkung, dan dilapisi kepingan logam yang dihiasi ukiran motif flora. Sampir atau bagian pangkal sarung menonjol pada salah satu sisi dan terdapat ukiran. Tumbuk lada ini diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi. Tumbuk Lada adalah senjata tikam khas Melayu yang secara fungsional dan filosofis menegaskan bahwa meskipun ukurannya ringkas dibandingkan parang atau pedang jenawi, senjata ini sangat berbahaya dan mematikan. Makna Pemakaiannya: Simbol Ketenangan yang Menghanyutkan: Tumbuk Lada menjadi manifestasi dari keberanian yang ter...

SENAPAN LANTAK (No. Inv. : 03.380/2016)

Image
  Terbuat dari kayu yang keras dengan ukuran panjang. Bagian pegangan senapan atau popor menyatu dengan laras, dan memiliki penampang lebar. Selain sebagai pegangan, popor berfungsi membantu penembak membidik sasaran dengan lebih baik dan ditempelkan pada bahu penembak. Laras berbentuk pipa yang terbuat dari besi dengan dan berfungsi sebagai jalur lintasan peluru saat ditembakkan. Punggung laras dari pangkal hingga dekat moncong dilapisi oleh lempengan besi. Pada bagian tengah atas agak ke belakang terdapat pelatuk menyerupai kepala burung terbuat dari besi. Pada bagian bawah laras terdapat batang logam kecil seukuran panjang laras yang digunakan untuk membersihkan lubang laras dan memadatkan bubuk mesiu. Pada bagian bawah di dekat pangkal pegangan senapan terdapat pemicu pelatuk yang terbuat dari besi dan dikelilingi pelindung berbentuk setengah lingkaran. Untuk menembakkannya, senapan lantak ini mula-mula diisi mesiu lewat lubang moncong laras, kemudian peluru bola timah dimasukk...

PISTOL LANTAK (No. Inv. : 03.1757/2016)

Image
  Terbuat dari kayu yang keras dengan ukuran relatif pendek. Bagian pegangan pistol melengkung hampir 90 derajat, dan melebar ke bawah. Bagian ujung pegangan pistol dilapisi dengan logam kuningan, sedangkan pada permukaan samping nya terdapat sedikit bagian yang dilapisi lempengan kuningan. Laras berbentuk pipa yang terbuat dari besi dengan ujung laras atau moncongnya sedikit melebar ke luar dan permukaannya dihiasi ukiran bermotif tumpal. Punggung laras dari pangkal hingga dekat moncong dilapisi oleh lempengan besi. Pada bagian tengah atas agak ke belakang terdapat pelatuk menyerupai kepala burung terbuat dari besi. Pada bagian bawah laras terdapat batang logam kecil seukuran panjang laras yang digunakan untuk membersihkan lubang laras dan memadatkan bubuk mesiu. Pada bagian bawah di dekat pangkal pegangan pistol terdapat pemicu pelatuk yang terbuat dari kuningan dan dikelilingi pelindung berbentuk setengah lingkaran. Sisi samping bagian bawah pistol dilapisi lempengan kuningan y...

PISTOL LANTAK (No. Inv. : 03.1759/2016)

Image
  Terbuat dari kayu yang keras dengan ukuran relatif pendek. Bagian pegangan pistol melengkung hampir 90 derajat, dan melebar ke bawah. Bagian ujung pegangan pistol dilapisi dengan logam kuningan, sedangkan pada permukaan samping nya terdapat sedikit bagian yang dilapisi lempengan kuningan. Laras berbentuk pipa yang terbuat dari besi dengan ujung laras atau moncongnya sedikit melebar ke luar dan permukaannya dihiasi ukiran bermotif tumpal. Punggung laras dari pangkal hingga dekat moncong dilapisi oleh lempengan besi. Pada bagian tengah atas agak ke belakang terdapat pelatuk menyerupai kepala burung terbuat dari besi. Pada bagian bawah di dekat pangkal pegangan pistol terdapat pemicu pelatuk yang terbuat dari kuningan dan dikelilingi pelindung berbentuk setengah lingkaran. Sisi samping bagian bawah pistol dilapisi lempengan kuningan yang dihiasi ukiran bermotif sulur. Pistol lantak ini digunakan sebagai senjata pertahanan saat berperang. Diperkirakan dibuat di Belanda sekitar akhi...

LABU KACA

Image
  Terbuat dari kaca, berbentuk botol dengan badan bulat  cembung dan cenderung membulat di bagian atas bahu, lalu menyempit ke arah dasar yang datar.  Labu kaca ini memiliki leher silindris yang ramping, lurus, dan melebar di bagian atas ( flared rim ). Permukaan badan labu kaca ini memiliki ornamen dekoratif bermotif flora dan  titik-titik putih yang melingkari seluruh bahu botol . Labu kaca atau yang di Eropa dikenal dengan nama carafe  ini bergaya era Victoria dan diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19  sampai awal abad ke-20 masehi . Berfungsi utama sebagai wadah penyimpanan cairan, dan oleh kalangan bangsawan Melayu digunakan sebagai wadah tempat air cuci tangan pengantin pada saat makan bersama dan sebagai tempat air suci pada saat upacara adat.

LABU KACA

Image
  Terbuat dari kaca dengan badan lebar berbentuk bulat cembung dan leher sempit yang melebar di bagian atas, serta bagian alas yang datar. Labu kaca ini memiliki tutup menyerupai penyumbat dengan puncaknya berbentuk runcing. Permukaan badan labu kaca ini bergelombang dan memiliki kontur garis vertikal. Labu kaca atau yang di Eropa dikenal dengan nama carafe/decanter ini bergaya era Victoria dan diperkirakan dibuat pada akhir abad ke-19  sampai awal abad ke-20 masehi . Berfungsi sebagai tempat air cuci tangan penganti pada saat makan bersama dan sebagai tempat air suci pada saat upacara adat. 

CERET KRISTAL

Image
  Terbuat dari kaca kristal dengan badan berbentuk cembung dan leher ramping yang melebar di bagian bibir. Permukaan badan memiliki desain berpola wajik ( diamond ). Salah satu sisi lingkaran mulut ceret menjulur ke luar dan agak naik yang berfungsi sebagai cerat/corot. Ceret ini memiliki gagang yang melengkung dari bagian mulut hingga ke pangkal badan. Ceret bergaya era Victoria ini termasuk dalam tipe/jenis pitcher atau jug yang diperkirakan dibuat di Eropa sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi. Difungsikan sebagai perlengkapan peralatan minum dalam jamuan formal.

LABU KACA

Image
  Terbuat dari kaca, berbentuk botol dengan badan bulat cembung, leher lurus ramping, dan bagian alas yang datar. Labu kaca ini memiliki tutup menyerupai penyumbat dengan puncaknya berbentuk bulat. Permukaan pundak dan badan labu kaca ini bergelombang dan memiliki kontur garis vertikal. Labu kaca atau yang di Eropa dikenal dengan nama carafe/decanter ini bergaya era Victoria dan diperkirakan dibuat antara abad ke-19 sampai abad ke-20 masehi. Berfungsi sebagai tempat air cuci tangan pengantin pada saat makan bersama dan sebagai tempat air suci pada saat upacara adat.

LABU KACA

Image
Terbuat dari kaca dengan badan lebar berbentuk bulat cembung dan leher sempit yang melebar di bagian atas, serta bagian alas yang datar. Labu kaca ini memiliki tutup menyerupai penyumbat dengan puncaknya berbentuk pipih datar. Permukaan pundak dan badan labu kaca ini bergelombang dan memiliki kontur garis vertikal. Labu kaca atau yang di Eropa dikenal dengan nama decanter ini bergaya era Victoria dan diperkirakan dibuat pada abad ke-19 hingga abad ke-20 masehi. Berfungsi sebagai tempat air cuci tangan penganti pada saat makan bersama dan sebagai tempat air suci pada saat upacara adat.