TUMBUK LADA (No. Inv. : 03.1713/2016)
Tumbuk Lada adalah senjata tikam khas Melayu yang secara fisik terdiri dari tiga bagian utama: bilah pipih yang tajam, lurus sedikit melengkung dan terbuat dari besi, gagang (hulu) yang terbuat dari kayu yang memiliki ukiran menyerupai kelopak bunga (biasanya disebut tapak kuda), dan sarung yang melindungi bilah, dihiasi dengan logam berukir motif flora.
Secara fungsional dan filosofis, Tumbuk Lada mewakili peribahasa "kecil-kecil cili padi" (kecil-kecil cabai rawit), menegaskan bahwa meskipun ukurannya ringkas dibandingkan parang atau pedang jenawi, senjata ini sangat berbahaya dan mematikan.
Makna Pemakaiannya:
Simbol Ketenangan yang Menghanyutkan: Tumbuk Lada menjadi manifestasi dari keberanian yang tersembunyi di balik sikap Melayu yang santun dan tutur kata yang halus. Senjata ini adalah peringatan tersirat bahwa di balik kelembutan itu terdapat kemampuan membela diri yang fatal jika harga diri (marwah) seseorang diinjak-injak. Rasa sakit akibat tikaman Tumbuk Lada digambarkan "pedas" seperti lada, menyimbolkan efek mematikan dari kemarahan yang dipendam.
Keberanian Jarak Dekat: Penggunaannya yang memerlukan pertarungan jarak dekat (close combat) membedakannya dari senjata jarak jauh seperti tombak atau panah. Filosofi ini menuntut pemiliknya memiliki keberanian untuk berhadapan "muka dengan muka" dengan musuh, menegaskan martabat seorang laki-laki Melayu yang tidak akan menyerang dari belakang atau lari dari masalah.
Dengan demikian, Tumbuk Lada bukan hanya alat beladiri, tetapi juga lambang kehormatan dan cerminan karakter yang tenang namun mematikan dari pemakainya.
Comments
Post a Comment