TUMBUK LADA (No. Inv. : 03.1712/2016)

 




Bilah terbuat dari besi dan berbentuk pipih. Bagian ujung bilah atau tip nya sedikit runcing dan melengkung. Pegangannya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk bulat dan terdapat ukiran menyerupai mahkota bunga yang disebut tapak kuda. Pangkal pegangannya berbentuk bulat dan terdapat hiasan menyerupai kelopak bunga yang terbuat dari logam. Sarungnya terbuat dari kayu dengan penampang berbentuk lonjong, sedikit melengkung, dan dilapisi kepingan logam yang dihiasi ukiran motif flora. Sampir atau bagian pangkal sarung menonjol pada salah satu sisi dan terdapat ukiran. Tumbuk lada ini diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 masehi.

Tumbuk Lada adalah senjata tikam khas Melayu yang secara fungsional dan filosofis menegaskan bahwa meskipun ukurannya ringkas dibandingkan parang atau pedang jenawi, senjata ini sangat berbahaya dan mematikan.

Makna Pemakaiannya:

  1. Simbol Ketenangan yang Menghanyutkan: Tumbuk Lada menjadi manifestasi dari keberanian yang tersembunyi di balik sikap Melayu yang santun dan tutur kata yang halus. Senjata ini adalah peringatan tersirat bahwa di balik kelembutan itu terdapat kemampuan membela diri yang fatal jika harga diri (marwah) seseorang diinjak-injak. Rasa sakit akibat tikaman Tumbuk Lada digambarkan "pedas" seperti lada, menyimbolkan efek mematikan dari kemarahan yang dipendam.

  2. Keberanian Jarak Dekat: Penggunaannya yang memerlukan pertarungan jarak dekat (close combat) membedakannya dari senjata jarak jauh seperti tombak atau panah. Filosofi ini menuntut pemiliknya memiliki keberanian untuk berhadapan "muka dengan muka" dengan musuh, menegaskan martabat seorang laki-laki Melayu yang tidak akan menyerang dari belakang atau lari dari masalah.

Dengan demikian, Tumbuk Lada bukan hanya alat beladiri, tetapi juga lambang kehormatan dan cerminan karakter yang tenang namun mematikan dari pemakainya.


Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN