UANG KERTAS 1 GULDEN 1942 "DE JAPANSCHE REGEERING"
![]() |
| Tampak Depan |
![]() |
| Tampak Belakang |
No. Inv. : 06.1065
Uang kertas ini memiliki bentuk fisik persegi panjang horizontal dengan dimensi ukuran kurang lebih 141×68 mm. Secara visual, uang tersebut didominasi oleh warna cokelat dengan cetakan dasar (underprint) berwarna hijau. Pada bagian tengah sisi depan, terdapat teks utama dalam bahasa Belanda yang berbunyi "DE JAPANSCHE REGEERING BETAALT AAN TOONDER EEN GULDEN", yang bermakna "Pemerintah Jepang membayar kepada pembawa satu gulden". Desain tersebut dilengkapi dengan ilustrasi pohon sukun di sebelah kiri serta pohon kelapa di sebelah kanan, disertai angka nominal "1" yang tercetak besar pada sisi kiri dan kanan uang.
Pada bagian bawah tengah sisi depan, tertera kode blok atau seri "S I". Huruf "S" merupakan kode identitas wilayah untuk Sumatra atau Hindia Belanda di bawah naungan Southern Development Bank, sedangkan huruf "I" merujuk pada urutan blok cetakan atau identitas spesifik pabrik pencetaknya. Tepat di bawah kode tersebut, terdapat teks aksara Kanji yang berbunyi Dai Nippon Teikoku Seihu, yang berarti "Pemerintah Kekaisaran Jepang". Sebagai unsur pengaman, uang ini dilengkapi dengan tanda air (watermark) bermotif bunga Kiri. Sementara itu, pada sisi belakang (reverse), tercantum angka nominal "1" dengan hiasan motif ornamen geometris guilose.
Secara simbolis, penggunaan gambar pohon sukun dan kelapa dipilih untuk merepresentasikan kekayaan alam di Indonesia sebagai wilayah pendudukan Jepang. Mata uang ini diterbitkan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia di antara tahun 1942 hingga 1945, setelah Jepang mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II. Proses produksinya dilakukan oleh percetakan Djakarta Insatsu Kodjo di Batavia (sekarang Jakarta) guna menggantikan mata uang kolonial De Javasche Bank. Masa edar uang ini secara resmi berakhir setelah Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober 1946 untuk menegaskan kedaulatan ekonomi nasional. Sejak saat itu, mata uang Jepang ditarik dari peredaran secara bertahap.

.png)
Comments
Post a Comment