Posts

Showing posts from February, 2025

GUCI (No. Inv. : 08.537/2016)

Image
Guci terbuat dari tanah liat, berbentuk bulat dengan leher pendek, bibir cukup tebal dan lingkaran mulut kecil. Pada bagian badan terdapat corak dan lingkaran alasnya rata. Digunakan sebagai wadah air suci dalam upacara keagamaan dan biasa juga digunakan sebagai wadah abu jenazah. Serta fungsi lain yang teridentifikasi adalah untuk wadah cairan tinta. T = 14 cm Cina; Dinasti Yuan; abad 13 - 14 masehi  

KENDI (No. Inv. : 08.587/2016)

Image
Kendi, terbuat dari tanah liat, bentuk badan bulat, leher sempit dan cukup tinggi, serta memiliki corot (cerat). Dibuat tanpa glasir, memiliki ornamen motif geometris yang mengelilingi permukaan kendi.  Kendi ini berasal dari Thailand dan diperkirakan dibuat sekitar abad ke-16 hingga abad ke-18 masehi.  Kendi ini digunakan sebagai tempat menyimpan dan menyajikan air minum.  Tanah liat telah banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan peralatan rumah tangga, terutama kendi air minum, karena kemampuan tanah liat dalam menjaga suhu air agar tetap sejuk. T = 25 cm Thailand; abad 15 - 17 masehi

PERIUK (08.588/2016)

Image
Terbuat dari tanah liat, lingkaran permukaan bundar dan badan cembung.  lingkaran bibir yang melipat ke luar dan bukaannya sedikit lebih kecil dari lingkaran badannya. Warnanya yang coklat kemerahan mengindikasikan bahwa periuk ini dibuat secara tradisional, yaitu dengan cara dibakar. Periuk ini berasal dari Thailand dan diperkirakan dibuat sekitar abad ke-16 hingga abad ke-18 masehi. Digunakan sebagai wadah untuk memasak makanan yang membutuhkan proses perebusan. Tanah liat telah lama digunakan sebagai bahan dasar pembuatan peralatan rumah tangga, terutama peralatan memasak, karena sifatnya yang tahan panas dan dapat mendistribusikan panas secara merata. T = 15 cm;  Ø = 18,5 cm Thailand; abad 16 - 18 masehi

GUCI (No. Inv. : 08.645/2017)

Image
  Guci, terbuat dari tanah liat (stoneware), berglasir, badan melebar ke atas dan di atasnya tersambung dengan pundaknya sehingga membentuk sudut, lingkaran bibir yang melipat ke luar dan lubang mulut kecil. Lingkaran alas datar dan lebih kecil dibandingkan lingkaran badannya. Guci ini digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air, berasal dari Vietnam dan dibuat sekitar abad ke-16 hingga abad ke-17 masehi. T = 16 cm Vietnam; abad 16 - 17 masehi

GUCI (No. Inv. : 08.544/2016)

Image
  Guci, terbuat dari tanah liat (stoneware), berglasir, bentuk bulat tinggi dengan bagian leher pendek, lingkaran bibir yang melipat ke luar dan lubang mulut kecil. Pada bagian pundak terdapat empat buah telinga dan terdapat motif flora yang dibuat dengan teknik gores dan terletak di antara telinganya. Lingkaran alas datar dan lebih kecil dibandingkan lingkaran badannya. Guci ini digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air.  T = 40 cm;  Ø = 12 cm; Lingkar badan = 103 cm Cina; Dinasti Ming; abad 14 - 17 masehi

GUCI (No. Inv. : 08.543/2016)

Image
  Guci, terbuat dari tanah liat (stoneware), tanpa glasir, bentuk bulat tinggi dengan bagian leher pendek, lingkaran bibir yang melipat ke luar dan lubang mulut kecil. Pada bagian pundak terdapat empat buah telinga dan pada badan bagian bawah terdapat motif garis bergelombang yang dibuat dengan teknik gores. Lingkaran alas datar dan lebih kecil dibandingkan lingkaran badannya. Guci ini digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air.  T = 24 cm;  Ø = 12 cm; Lingkar badan = 103 cm Cina; Dinasti Ming; abad 14 - 17 masehi

MANGKUK (No. Inv. : 08.421/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar, badan melebar ke atas dengan cekungan sedikit dalam dan dasar yang rata. Mangkuk ini  memiliki kaki kecil melingkar yang mengikuti lingkaran dasarnya,  permukaan polos tanpa glasir . Mangkuk ini berasal dari Dinasti Song dan digunakan sebagai wadah makanan. T : 8 cm;  Ø : 24 cm Cina; Dinasti Song; abad 10 - 13 masehi

MANGKUK (No. Inv. : 08.541/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar, badan melebar ke atas dengan cekungan sediki dalam, dasar yang rata dan memiliki tangkai yang cukup panjang. Memiliki permukaan polos dan diglasir dengan warna putih gading. Mangkuk ini memiliki kaki kecil melingkar yang mengikuti lingkaran dasarnya. Mangkuk ini berasal dari Dinasti Song dan digunakan sebagai wadah makanan. T : 9 cm;  Ø : 16,5 cm Cina; Dinasti Song; abad 10 - 13 masehi

MANGKUK (No. Inv. : 08.173/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar, badan melebar ke atas dengan cekungan cukup dalam, dan dasar yang rata. Memiliki permukaan polos dan diglasir dengan warna putih gading. Mangkuk ini memiliki kaki kecil melingkar yang mengikuti lingkaran dasarnya. Mangkuk ini berasal dari Dinasti Song dan digunakan sebagai wadah makanan. T : 8 cm;  Ø : 15,1 cm Cina; Dinasti Song; abad 10 - 13 masehi

MANGKUK (No. Inv. : 08.135/2016)

Image
Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar dengan badan melebar ke atas dan dasar yang rata. Memiliki permukaan polos dan diglasir dengan warna putih gading. Mangkuk ini memiliki kaki kecil melingkar yang mengikuti lingkaran dasarnya. Mangkuk ini berasal dari Dinasti Song  dan digunakan sebagai wadah makanan.   T : 3,5 cm;  Ø : 14,5 cm Cina; Dinasti Song; abad 10 - 13 masehi

PASU (No. Inv. : 08.568/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar yang melebar ke atas. Pada badan wadah terdapat beberapa ornamen, seperti tonjolan kecil yang mengelilingi bagian bawah dekat alas dan telinga yang berfungsi sebagai pegangan sebanyak empat buah yang mengelilingi bagian atas dekat bibir wadah. Terdapat tutup dengan bentuk bundar, memiliki ornamen motif timbul menyerupai kelopak bunga dan tonjolan-tonjolan kecil yang mengelilingi permukaan tutup. Ornamen-ornamen ini memberikan tekstur dan dimensi pada wadah bertutup ini. Pasu ini diberi glasir warna hijau pucat dan terdapat beberapa bagian yang dibiarkan tanpa glasir. Pasu ini merupakan jenis seladon dari Tiongkok (Chinese Celadon) yang memiliki permukaan yang halus dan dipergunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan, obat-obatan, atau benda berharga lainnya. T : 20 cm;  Ø : 28 cm Cina; Dinasti Qing; abad 20 masehi

PASU (No. Inv. : 08.331/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar yang melebar ke atas. Pada badan wadah bagian atas dekat bibir terdapat telinga yang berfungsi sebagai pegangan sebanyak empat buah. Tutupnya berbentuk bundar, memiliki ornamen motif timbul menyerupai kelopak bunga pada puncaknya. Pasu ini diberi glasir warna hijau pucat dan terdapat beberapa bagian yang dibiarkan tanpa glasir. Pasu ini merupakan jenis seladon dari Tiongkok (Chinese Celadon) yang memiliki permukaan yang halus dan dipergunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan, obat-obatan, atau benda berharga lainnya. T : 12,5 cm;  Ø : 21 cm Cina; Dinasti Qing; abad 20 masehi

PASU (No. Inv. : 08.307/2016)

Image
  Terbuat dari tanah liat, bentuk wadah bundar yang melebar ke atas. Pada badan wadah terdapat beberapa ornamen, seperti tonjolan kecil yang mengelilingi bagian bawah dekat alas dan telinga yang berfungsi sebagai pegangan sebanyak empat buah yang mengelilingi bagian atas dekat bibir wadah. Terdapat tutup dengan bentuk bundar, memiliki ornamen motif timbul menyerupai kelopak bunga dan tonjolan-tonjolan kecil yang mengelilingi permukaan tutup. Ornamen-ornamen ini memberikan tekstur dan dimensi pada wadah bertutup ini. Pasu ini diberi glasir warna hijau pucat dan terdapat beberapa bagian yang dibiarkan tanpa glasir. Pasu ini merupakan jenis seladon dari Tiongkok (Chinese Celadon) yang memiliki permukaan halus dan dipergunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan, obat-obatan, atau benda berharga lainnya. T : 20 cm;  Ø : 28,7 cm Cina; Dinasti Qing; abad 20 masehi

PELURU BESI

Image
Proyektil berbentuk bola padat yang digunakan sebagai peluru pistol lantak untuk melumpuhkan pertahanan lawan selama periode peperangan tradisional dan kolonial  di berbagai wilayah, termasuk Nusantara . Proyektil padat  seperti ini digunakan secara luas sejak abad ke-14 hingga abad ke-19 sebelum teknologi artileri modern menggantikan amunisi besi padat dengan proyektil berisi bahan peledak.

BAJU BESI

Image
Baju pelindung ini tersusun dari anyaman cincin-cincin logam berukuran kecil yang dirangkai membentuk lembaran fleksibel untuk melindungi tubuh. Wujudnya menyerupai tunik berlengan pendek. Berfungsi menahan sabetan dan tusukan senjata tajam saat pertempuran, sekaligus tetap memberikan keleluasaan gerak bagi penggunanya. Zirah ini dapat dikenakan sebagai lapisan dalam di bawah perlengkapan perang lainnya atau sebagai perlindungan utama. Model baju rantai semacam ini digunakan oleh prajurit kerajaan di berbagai kawasan, termasuk di Nusantara, sebagai bagian dari peralatan perang tradisional.  

SENAPAN LANTAK

Image
No. Inv. : 03.403/2016 Terbuat dari logam dan kayu, serta terdiri dari laras yang panjang dan popor atau pegangan. Laras berbentuk pipa yang terbuat dari besi dan berfungsi sebagai jalur lintasan peluru saat ditembakkan. Popor terbuat dari kayu yang sedikit melengkukng ke bawah di ujungnya dan memiliki fungsi sebagai pegangan serta untuk membantu penembak membidik sasaran dengan lebih baik dengan cara ditempelkan pada bahu penembak. Pada bagian bawah di dekat pangkal pegangan senapan terdapat pemicu pelatuk yang terbuat dari besi dan dikelilingi pelindung berbentuk setengah lingkaran. Untuk menembakkannya, senapan lantak ini mula-mula diisi mesiu lewat lubang moncong laras, kemudian peluru bola timah dimasukkan untuk pengapian, dan setelah itu bubuk mesiu dan peluru dipadatkan dengan menggunakan tongkat pelantak (ramrod). Terakhir, pelatuk ditarik memicu percikan api yang akan menyalakan bubuk mesiu dan meluncurkan peluru. Setelah satu tembakan, senapan lantak harus diisi terlebih...

SENAPAN LANTAK (No. Inv. : 03.401/2016)

Image
No. Inv. : 03.401/2016 Terbuat dari logam dan kayu, serta terdiri dari laras yang panjang dan popor atau pegangan. Laras berbentuk pipa yang terbuat dari besi dan berfungsi sebagai jalur lintasan peluru saat ditembakkan. Popor terbuat dari kayu yang sedikit melengkukng ke bawah di ujungnya dan memiliki fungsi sebagai pegangan serta untuk membantu penembak membidik sasaran dengan lebih baik dengan cara ditempelkan pada bahu penembak. Pada bagian bawah di dekat pangkal pegangan senapan terdapat pemicu pelatuk yang terbuat dari besi dan dikelilingi pelindung berbentuk setengah lingkaran. Untuk menembakkannya, senapan lantak ini mula-mula diisi mesiu lewat lubang moncong laras, kemudian peluru bola timah dimasukkan untuk pengapian, dan setelah itu bubuk mesiu dan peluru dipadatkan dengan menggunakan tongkat pelantak (ramrod). Terakhir, pelatuk ditarik memicu percikan api yang akan menyalakan bubuk mesiu dan meluncurkan peluru. Setelah satu tembakan, senapan lantak harus diisi terlebih dah...

PERLENGKAPAN PERALATAN MAKAN DAN MINUM

Image
 1. GELAS (No. Inv. : 03.1739/2016) Terbuat dari perak, dengan lingkaran permukaan bundar dan badan tinggi seperti tabung, lingkaran permukaan lebih lebar dari lingkaran alasnya. Gelas ini memiliki gagang yang melengkung dari bagian mulut hingga ke tengah badan gelas. Permukaan gelas dihiasi ukiran dengan motif huruf Arab. Gelas bergaya Timur Tengah ini diperkirakan dibuat pada awal abad ke-19 masehi dan digunakan sebagai perlengkapan peralatan minum. 2. GELAS (No. Inv. : 03.1740/2016) Terbuat dari perak, dengan lingkaran permukaan bundar dan badan tinggi seperti tabung, lingkaran permukaan lebih lebar dari lingkaran alasnya. Gelas ini memiliki gagang yang melengkung dari bagian mulut hingga ke tengah badan gelas. Permukaan gelas dihiasi ukiran yang terdiri dari garis vertikal yang berjajar mengelilingi badan gelas dan titik-titik yang membentuk motif flora. Gelas bergaya Timur Tengah ini diperkirakan dibuat pada awal abad ke-19 masehi dan digunakan sebagai perlengkapan peralatan m...

BEDUG

Bedug umumnya dikenal sebagai salah satu kelengkapan mesjid, untuk memberi tanda waktu dan memanggil orang Islam untuk melaksanakan sholat. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu depa. Bagian tengah batang itu dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak cukup jauh.

HARMONIUM

Harmonium merupakan alat musik sejenis orgel asal Eropa dan tergolong alat musik aerofon, yaitu alat musik yang sumber suaranya dari udara. Bentuknya seperti balok kotak terbuat dari kayu dengan tuts yang nadanya menyerupai piano. Harmonium dibunyikan dengan menekan tombol pembuka lidah-lidah pada tuts keyboard melalui tangan kanan, menggunakan getaran angin yang dipompa melalui tangan kiri. Alat musik ini dimainkan dengan cara duduk. Dalam Sejarah perkembangan musik di Indonesia, harmonium pernah sangat berpengaruh khususnya di semenanjung Melayu, di antaranya daerah Pantai Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya, semenanjung Malaysia, Kepulauan Riau, Pantai laut Kalimantan Barat, dan Jakarta (Betawi). Saat ini pemakaian harmonium sebagai instrumen musik sudah sangat jarang. Kelompok musik yang masih menggunakan harmonium sebagai instrumen musik adalah Katumbak dari daerah Pariaman (Sumatera Barat), dan musik Melayu Ghazal dari Kepulauan Riau.

LELO

Terbuat dari besi, memiliki laras (barrel) berbentuk silinder atau tabung panjang, moncong (muzzle) yang lebih lebar dari larasnya, dan bagian belakang (breech) lebih sempit dari larasnya. Peluru atau bubuk mesiu dimasukkan dari lubang belakang meriam, kemudian untuk menembakkannya suatu alat penyulut atau sumbu dimasukkan dan dinyalakan sehingga peluru terdorong ke depan dan keluar dari moncong. Meriam ini dilengkapi dengan dudukan yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk mengarahkan tembakan meriam ke sasaran. Digunakan sebagai senjata saat berperang dan dibuat sekitar akhir abad ke-19 sampai akhir abad ke-20 masehi.

BATU SIPUT

Image
Batu Siput ditemukan di situs Candi Muara Takus yang terletak di Batu Besurat, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Batu siput ini pada awalnya adalah bagian akar dari sebuah pohon yang kemudian menjadi fosil dan dinamakan batu siput karena bentuknya menyerupai cangkang siput. Kayu yang membatu ini disebut kayu terkersikan ( petrified wood ), di mana seluruh materi organiknya telah digantikan oleh mineral (pada umumnya adalah silikat, seperti kuarsa), namun struktur kayu tetap terjaga seperti cincin pertumbuhan dan serat kayunya. Perubahan kayu menjadi batu ini terjadi karena kayu terkubur di dalam tanah, di bawah lapisan sedimen dalam waktu yang lama. Kondisi dalam tanah yang tanpa oksigen mencegah kayu membusuk. Kemudian air tanah yang mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel kayu melapisi lignin dan selulosa, yang secara perlahan menggantikan sel demi sel materi organik kayu. Proses yang disebut permineralisasi ini terjadi selama ribuan hingga jutaan tahun hingg...

ISTANA PULAU PENYENGAT

Kompleks Istana Pulau Penyengat terletak di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.   Kompleks istana ini terdiri dari beberapa bangunan yang memiliki fungsi masing-masing. Bangunan utama istana dikenal dengan nama Istana Kantor yang merupakan bangunan bertingkat dua yang digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, serta sebagai empat pertemuan dan urusan pemerintahan. Selain itu terdapat juga bangunan lain, seperti masjid, rumah-rumah staf kerajaan, dan sejumlah bangunan pendukung lainnya. Arsitektur kompleks istanan ini meupakan campuran gaya Melayu dan Arab dengan sentuhan arsitektur tradisional Melayu yang khas. Bangunan-bangunan di kompleks istana umumnya terbuat dari kayu yang dihiasi ukiran dengan corak dasar melayu, berupa motif hewan dan tumbuhan. Istana ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi saksi bisu kejayan Kwsultanan Lingga di masa lalu.

PERAHU

Perahu merupakan alat transportasi air yang berukuran lebih kecil dari pada kapal namun lebih besar dari sampan. Terbuat dari kayu dengan bentuk panjang, memiliki lambung cekung atau berbentuk huruf V, tanpa cadik dan tanpa mesin, digerakkan oleh arus sungai menggunakan dayung serta tongkat galah apabila susah bergerak.  Perahu selain digunakan sebagai alat transportasi, juga digunakan untuk menangkap ikan di sungai atau di danau, serta sebagai angkutan niaga jarak sedang dan jauh.  Bahan pembuatan dan bentuk perahu bervariasi, namun pada umumnya terbuat dari kayu.  Bentuk perahu umumnya lancip pada kedua ujungnya - haluan dan buritan - dan melebar pada bagian tengah. Namun ada juga jenis perahu yang lancip pada bagian haluan, dan rata pada bagian buritan, misalnya perahu  selundang .

ISTANA RAJA ROKAN

Istana Raja Rokan yang merupakan peninggalan dari kesultanan “Nagari Tuo”, Kerajaan Islam yang pernah berkuasa di daerah Rokan Hulu dan diperkirakan dibangun pada abad ke-18 dan telah berusia sekitar 200 tahun. Kemegahan terlihat dari sisi depan istana yang dibangun dengan gaya arsitektur Melayu Rokan yang khas dan berukuran cukup besar serta memiliki tiang penyangga berjumlah 18 buah dengan diameter tiang 25 cm. Tiang-tiang ini memiliki ukiran itik sekawan yang menggambarkan tingkah laku hewan itik yang selalu berjalan beriringan ketika petang, artinya dalam kehidupan tingkah laku berjalan beriringan serasi, kompak, bersahabat, menjadi contoh bagi manusia akan arti kehidupan. Istana Kerajaan Rokan IV Koto terdiri dari tiga tingkat yang keseluruhan komponen bangunan terbuat dari kayu. Lantai pertama terdiri dari ruangan depan dan ruangan belakang yang dihubungkan oleh sebuah pintu. Lantai pertama ini merupakan ruang pertemuan raja serta beberapa kamar raja. Sedangkan lantai kedua merup...

RUMAH SUKU PETALANGAN

Orang Petalangan merupakan orang Talang yang berarti “orang bambu”. Nama ini berasal dari kebiasaan nenek-moyang mereka mengambil air sungai dengan menggunakan buluh talang, sehingga kemudian mereka disebut “Orang Talang”, dan keseluruhan`puaknya disebut “Orang Petalangan”. Walaupun orang Petalangan memakai istilah ini sebagai penunjuk diri secara khusus, mereka juga menganggap diri mereka sebagai orang Melayu, sebagai etnik Melayu asli. Orang Petalangan biasanya beragama Islam,karena orang petalangan beragama Islam mempunyai tradisi mandi balimau sebelum memasuki bulan Ramadan atau saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi Islam Petalangan lainnya yang tak kalah memikat adalah tradisi  tampung tawar .  Tampung tawar  adalah ritual memercikkan air  tampung tawar  saat pindah rumah, memulai sesuatu hajatan, bisa berladang, memacakkan tiang rumah, dan segala hajat penting lainnya. Jadi, ritual  tampung tawar  atau tepung tawar tak bisa lepas dari...

RUMAH SELASO JATUH KEMBAR

Rumah Selaso Jatuh Kembar merupakan bangunan berbentuk rumah namun fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat karena bangunan ini tidak memiliki serambi atau kamar. Rumah adat ini juga dikenal sebagai balairung sari, balai kerapatan dan sebagainya. Masyarakat Riau juga menyebut rumah adat ini dengan sebutan Balai Selaso Jatuh. Rumah adat ini dikatakan Selaso Jatuh karena mempunyai selaso atau selasar yang lantainya lebih rendah dari ruang induk sehingga dinamakan selasar yang jatuh (turun) dan dikatakan kembar karena rumah adat ini memiliki dua selasar yang bentuknya sama. Dahulu kala, Rumah Selaso Jatuh Kembar selalu ada di setiap desa di wilayah Riau. Setidaknya, satu desa biasanya memiliki satu Rumah Selaso Jatuh Kembar yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan melaksanakan berbagai acara adat setempat. Rumah ini dianggap merepresentasikan bentuk rumah tradisional yang terdapat di Riau, meskipun terdapat perbedaan kecil di masing-masing...

RUMAH ATAP LIMAS POTONG

Nama rumah atap limas potong diambil dari bentuk desain atapnya yang terlihat seperti limas yang terpotong-potong. Bentuk atapnya dibuat tidak lancip sehingga tidak setinggi Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar atau Rumah Adat Lipat Kajang. Rumah atap limas potong merupakan rumah panggung dengan tinggi tiang penyangganya mencapai 1,5 meter dari permukaan tanah. Pada bagian dindingnya menggunakan material papan kayu. Rumah atap limas potong terbagi menjadi teras, ruang depan, ruang tengah dan ruang belakang serta dapur. Rumah ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan juga menjadi simbol status sosial dalam kelas masyarakat Riau pada masanya. Semakin besar ukuran rumah, maka menunjukkan semakin kaya pemiliknya. Ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum membuat rumah melayu atap limas potong, yakni pemilik rumah harus menentukan keserasian rumah, dan menghitung ukuran dengan bentuk hitungan hasta yang diawali dari angka satu hingga lima.

ALAT TRANSPORTASI AIR

Image
 1. PAPAN SELANCAR Papan selancar adalah papan yang terbuat dari kayu dan dibuat memanjang dengan ujung-ujung yang melengkung seperti papan setrika. Papan ini dirancang untuk olahraga selancar, yaitu olahraga air yang dilakukan dengan cara meluncur di atas permukaan ombak. 2. TONGKAH KERANG Tongkah merupakan papan yang terbuat dari jenis kayu Pulai dan Jelutung yang digunakan untuk tumpuan atau titian yang biasanya dipasang pada tempat becek dan basah (berlumpur). Tongkah rata-rata dibuat dengan ukuran panjang 2 meter hingga 2,5 meter, lebar 50 cm hingga 80 cm dan tebal 3 cm hingga 5 cm. Tongkah menjadi alat bantu ketika menongkah atau mencari kerang darah ( Anadara Granosa ) oleh orang Duanu (Suku Orang Laut) di Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Teknik menongkah sudah menjadi tradisi orang Duanu dalam mencari kerang di pantai lumpur. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 20 kali dalam sebulan ketika air sedang surut. Ketika orang Duanu menongkah, salah satu kaki digunakan sebagai tumpuan ...

KERETA ANGIN SOEMAN Hs.

Image
  Kereta angin atau sepeda yang merupakan jenis sepeda ontel dengan bentuk stang tinggi melengkung dan mempunyai bangku bonceng di belakang dengan model England Philips dan nomor seri H23190. Kereta angin ini digunakan oleh Soeman Hs. sebagai kendaraan saat pergi mengajar di sebuah sekolah dasar di Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Selain berprofesi sebagai guru, Soeman Hs. juga merupakan seorang sastrawan yang banyak melahirkan karya berupa roman dan cerpen, dan yang terkenal adalah "Mencari Pencuri Anak Perawan" yang terbit di Jakarta oleh Balai Pustaka tahun 1932. Beliau dilahirkan pada 4 April 1904 di Desa Bantan Tua, Kabupaten Bengkalis, Riau.