Posts

KAYU SUNGKAI

Image
KLASIFIKASI ILMIAH Sungkai tergolong suku Verbenaceae (jatian-jatian); nama ilmiahnya Peronema canescence . Sungkai merupakan jenis pohon yang kayunya sangat baik dan mudah dikerjakan, sehingga sering dipakai untuk bahan bangunan rumah, konstruksi, maupun papan mebel. Kayu sungkai termasuk kelas awet III dan kelas kuat III – II. Pohonnya berukuran cukup tinggi, 25 – 30 meter. Tajuknya tebal. Kadang-kadang, pada musim kering, daunnya berguguran. Pohon ini termasuk jenis yang cepat tumbuh, sehingga cocok untuk menunjang program penghijauan hutan.  

KAYU RAMIN

Image
KLASIFIKASI ILMIAH Ramin termasuk suku Thymelaeaceae (karas-karasan); nama ilmiahnya Gonystylus bancanus . Ramin merupakan suatu jenis pohon yang kayunya sering dimanfaatkan untuk bahan bangunan, kayu lapis, mebel, lantai, rangka pintu, dan jendela, serta cetakan ( moulding ). Kayu ramin mempunyai bobot jenis 0,63. Kelas awet IV, dan kelas kuat II - III. Daerah penyebarannya meliputi Sumatera dan Kalimantan.  

KAYU KEMPAS

Image
  KLASIFIKASI ILMIAH Kempas termasuk suku Fabaceae (polong-polongan atau Leguminosae); jenis Koompassia malaccensis . Kempas merupakan suatu jenis tumbuhan kerabat tualang yang tersebar dari Himalaya sampai Australia Utara. Pada umumnya, tumbuhan yang sering dikenal pula dengan nama cenggris, menggris, atau kayu  raja ini tumbuh di daerah rawa gambut, karena itu tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah rawa gambut, karena itu tumbuhan ini dapat dipakai sebagai indikator sifat habitat yang ditumbuhinya. Pohon kempas termasuk pohon raksasa dengan tinggi 60 meter dan garis tengah batang 0,8 – 1,5 meter. Batangnya lurus, bulat, tanpa benjol-benjol dengan akar papan lebar, kuat, dan berkembang baik. Kayunya termasuk kayu berat dengan bobot jenis 0,7 – 1,0. Kayunya sangat keras (kelas kuat I - II), namun tidak awet (kelas awet III). Karena itu, kayu ini sangat sulit digergaji, namun mudah lapuk. Warna kayu gubalnya kelabu, sedangkan kayu terasnya merah kecokelat-cokelatan.  Kare...

MONYET

KLASIFIKASI ILMIAH Monyet tergolong dalam Filum Chordata, Kelas Mamalia, bangsa (ordo) Primata, suku (famili) Cercopithecidae, marga (genus) Macaca . Nama ilmiah monyet kra adalah M. fascicularis ; monyet beruk M. nemestrina ; monyet darre M. maura ; monyet ego M. nigriscens ; monyet yaki M. ochreata ; monyet butung M. brunescens ; monyet boti M. tonkeana ; monyet digo M. hecki ; dan monyet wolai M. nigra . MORFOLOGI Monyet memiliki kantung pipi yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Wajahnya berwarna kecokelat-cokelatan atau kemerah-merahan. Pada umumnya, ekornya lebih pendek daripada panjang badan dan kepala, bahkan kadang-kadang sangat pendek. Panjang anggota tubuh belakang dan depannya hampir sama. Dibandingkan dengan lutung, tubuh monyet lebih buntak. UKURAN Panjang tubuhnya, termasuk kepala, 38 – 76 sentimeter. Ekornya dari tidak ada sampai sepanjang 61 sentimeter. Bobot monyet jantan dewasa dapat mencapai 13 kilogram. Monyet jantan umumnya lebih besar daripada yan...

RUSA

KLASIFIKASI ILMIAH Rusa tergolong dalam Filum Chordata, Kelas Mamalia, termasuk anggota bangsa (ordo) Artiodactyla, suku (famili) Cervidae, dan marga (genus) Cervus. Nama ilmiah rusa bawean adalah Cervus porcinus kuhlii; rusa jawa C. timorensis; dan rusa sambar C. unicolor. MORFOLOGI Rusa mempunyai ciri khas tanduk tidak berongga dan tumbuh pada kepala jantan. Tanduk rusa daerah tropika, terutama yang berasal dari Indonesia, berbeda dengan tanduk rusa yang berasal dari daerah subtropika. Tanduk rusa dari daerah subtropika umumnya tumbuh dan tanggal setiap tahun. Sebaliknya, tanduk rusa yang berasal dari Indonesia umumnya tidak berongga dan tampak tumbuh pada saat rusa berumur satu tahun; selanjutnya, tanduk tumbuh lurus meruncing menjadi besar dan bercabang. Cabang tanduk rusa menentukan salah satu cara untuk menentukan umur rusa. Selain dipengaruhi vitamin dan mineral dalam pakan yang dikonsumsi, pertumbuhan tanduk rusa juga dipengaruhi hormone kelamin yang diproduksi sel Leydig, k...

SIAMANG

Image
KLASIFIKASI ILMIAH Siamang tergolong dalam Filum Chordata, Kelas Mamalia, termasuk anggota bangsa (ordo) Primata, suku (famili) Hylobatidae, dan satu-satunya anggota dari marga (genus) Symphalangus dengan nama ilmiah Symphalangus syndactylus. MORFOLOGI Siamang merupakan kera berbadan Panjang dan tidak berekor dari keluarga owa. Siamang memiliki bulu yang sangat lebat dan panjang yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Badannya sangat hitam mengkilap, kecuali bagian muka yang kadang-kadang ditumbuhi beberapa helai rambut berwarna putih, serta alis mata cokelat kemerahan, dahi yang rendah, serta hidungnya yang lebar dan pesek. Ciri khas yang dimiliki hewan ini yaitu adanya selaput di antara jari-jari tangan dan kakinya dan kantung suara yang terletak di leher yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan gema jika siamang sedang bersuara dan bernyanyi. UKURAN Panjang tubuh dari kepala hingga kaki berkisar antara 55 hingga 65 cm dengan bobot 6 hingga 22,5 kg. PERILAKU Siamang sering me...

ULAR KOBRA

KLASIFIKASI ILMIAH Ular kobra tergolong dalam Filum Chordata, Kelas Reptilia, bangsa (ordo) Squamata, suku (famili) Elapidae, marga (genus) Naja . Nama ilmiah ular kobra adalah Naja sputatrix . MORFOLOGI Ular kobra merupakan suatu kelompok ular berbisa. Ular ini memiliki 17 – 25 baris sisik yang melingkari punggung bagian tengah. Warna perutnya abu-abu mengkilat kehitaman; punggungnya cokelat kehitaman; sedangkan leher, bibir, dan moncongnya keputihan. Memiliki kepala berbentuk oval dan sedikit lebih besar. Ular kobra memiliki bentuk gigi taring yang kecil dengan ujung taring yang pendek. UKURAN Panjang ular kobra dapat mencapai 1,5 – 2 meter. PERILAKU Ular kobra aktif pada siang hari. Dalam keadaan terancam, ular kobra menegakkan kepala dan memipihkan lehernya sehingga berkembang ke samping mirip centong nasi atau sendok. Karena itu, ular kobra disebut juga ular sendok. Dalam keadaan demikian, ular bersuara mendesis-desis, siap mematuk dan menyemprotkan ludah beracun. Ular ini s...