UANG KERTAS 5000 RUPIAH 1958 SERI PEKERJA TANGAN

Tampak Depan

Tampak Belakang


Ukuran                  : 170 mm x 95 mm
Seri                         : Pekerja Tangan
Emisi                      : 1958
Pengaman            : Tanda air kepala banteng
Masa Peredaran : 1958 sampai dengan 1966

Uang kertas ini berbentuk persegi panjang dengan orientasi horizontal dan didominasi warna coklat dan ungu  tua yang dicetak pada kertas khusus berserat halus sebagai bahan pengaman. Proses pencetakannya menggunakan kombinasi beberapa teknik, yaitu cetak offset untuk bagian latar belakang, cetak intaglio (cetak dalam) untuk gambar utama dan ornamen penting sehingga menghasilkan tekstur timbul yang khas, serta cetak tinggi (letterpress) untuk pencetakan nomor seri.

Pada sisi depan (obverse) tertera tulisan “BANK INDONESIA” dan “LIMA RIBU RUPIAH” dengan angka tahun “1958” di bagian tengah bawah. Di sisi kiri terdapat ilustrasi seorang wanita petani yang sedang memanen padi, melambangkan kemakmuran pangan dan peran krusial sektor agraris dalam struktur ekonomi nasional Indonesia. Bagian kanan terdapat lambang Garuda Pancasila di dalam bingkai berbentuk oval. Di bagian bawah tercantum tanda tangan Loekman Hakim selaku Gubernur Bank Indonesia dan TRB. Sabaroedin selaku Direktur Bank Indonesia saat itu, serta tulisan “GUBERNUR” dan “DIREKTUR”. Angka nominal "5000" terletak di sudut kiri atas dan kanan bawah. Ornamen guilose dan pola geometris tradisional mengisi hampir seluruh bidang sebagai unsur estetika sekaligus pengaman dari pemalsuan. Pada pinggiran bawah bagian luar terdapat teks kecil "JUNALIES DEL." di sudut kiri dan "P.T. PERTJETAKAN KEBAJORAN IMP." di sudut kanan.

Pada sisi belakang (reverse) bagian tengah terdapat visual pemandangan terasering sawah yang luas dengan latar belakang pegunungan dan pepohonan tropis, mempertegas tema agraris yang diusung. Di sisi kiri dan kanan terdapat kembali bidang watermark dan ornamen simetris bergaya etnik dengan pola garis berpilin (guilose). Nomor seri tercetak dengan kombinasi tiga huruf dan enam angka yang berfungsi sebagai identifikasi unik setiap lembar uang sekaligus pengendali administrasi peredaran. Serupa dengan sisi depan, angka nominal "5000" juga terletak di sudut kiri atas dan kanan bawah. Di bagian bawah tercetak teks peringatan mengenai sanksi hukum bagi pemalsu uang, sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap alat pembayaran sah negara. 

Desain visual uang ini dirancang oleh Junalies, yang juga terlibat dalam pembuatan pelat induk (master plate) menggunakan teknik ukir (engraving), sehingga menghasilkan detail garis-garis halus khas cetak intaglio. Proses percetakannya dilakukan oleh perusahaan percetakan negara Indonesia pada masa itu, yaitu P.T. Pertjetakan Kebajoran yang berlokasi di Kebayoran Baru, jakarta, Indonesia.

Uang kertas Lima Ribu Rupiah Tahun Emisi 1958 mulai berlaku dan diedarkan pada tahun 1958 sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Republik Indonesia. Masa peredarannya berlangsung hingga pertengahan dekade 1960-an. Seiring terjadinya inflasi sangat tinggi pada awal 1960-an, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan moneter berupa sanering dan redenominasi melalui penerbitan rupiah baru tahun 1965, di mana 1.000 rupiah lama dinilai menjadi 1 rupiah baru. Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 27 Tahun 1965 tentang Pengeluaran Uang Rupiah Baru, uang kertas emisi 1958—termasuk pecahan lima ribu rupiah—secara bertahap ditarik dari peredaran dan dinyatakan tidak berlaku lagi sejak akhir 1965 hingga awal 1966.

Sebagai nominal tertinggi dalam Seri Pekerja Tangan, pecahan lima ribu rupiah pada masa itu tergolong nominal sangat besar dan lazim dipakai untuk transaksi perdagangan bernilai tinggi, pembayaran antarperusahaan, pembelian hasil bumi dalam jumlah besar, maupun kebutuhan administrasi dan keuangan pemerintahan. Keberadaan pecahan besar ini mencerminkan dinamika ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin yang diwarnai ketidakstabilan harga dan kebutuhan akan denominasi tinggi dalam transaksi.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN