TENAS EFFENDY (1936 - 2015)

Tengku Nasaruddin Said Effendy, atau dikenal sebagai Tenas Effendy, adalah seorang budayawan dan sastrawan asal Riau. Ia lahir di Kuala Panduk, Pelalawan, pada 9 November 1936. Tenas menempuh pendidikan dasar di Pelalawan (tamat 1950), lalu melanjutkan ke Sekolah Guru Bawah (SGB) di Bengkalis (tamat 1953), dan Sekolah Guru Atas (SGA) di Padang (tamat 1957). Pengetahuannya tentang budaya dipengaruhi oleh ayahnya, Tengku Said Umar Muhammad Aljufri, yang merupakan sekretaris Sultan Pelalawan VIII, serta neneknya yang merupakan pembaca syair dan pengrajin tenun tradisional.

Tenas mulai menulis pada tahun 1952 di bawah bimbingan Idrus Syarif. Selama di Padang, ia mendirikan Himpunan Seniman Muda Padang dan menjabat sebagai Ketua Cabang Seniman Muda Indonesia Padang bersama B. Jass. Ia aktif memproduksi naskah lakon untuk radio (RRI) dan panggung, dengan total sekitar 90 naskah. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain Hang Jebat, Lancang Kuning, dan Bujang Tan Domang. Selain naskah lakon, ia menulis novel sejarah seperti Banjir Darah di Mapusun dan Kubu Terakhir.

Tenas telah menulis sedikitnya 70 buku dan ratusan makalah ilmiah mengenai kebudayaan Melayu yang dipaparkan di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, hingga Madagaskar. Beberapa buku hasil karyanya adalah:

  • Upacara Tepung Tawar (1968)
  • Lancang Kuning dalam Mitos Melayu Riau (1970)
  • Tenunan Siak (1971)
  • Tunjuk Ajar Melayu
  • Ungkapan Tradisional Melayu (1989)

Ia juga mendirikan Tenas Effendy Foundation untuk membantu para peneliti kebudayaan Melayu dalam mengumpulkan khazanah budaya yang ada.

Sebagai tokoh adat, Tenas memegang berbagai posisi penting, di antaranya:

  • Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau (2000–2005).
  • Ketua Dewan Pembina Lembaga Adat Pelalawan (2000–2015).
  • Pembina Lembaga Adat Petalangan (1982–2015).
  • Penasihat Paguyuban Masyarakat Riau (2001–2015).

Atas dedikasinya, Tenas menerima berbagai penghargaan, antara lain:

  • Juara 1 Pementasan Drama Klasik Festival Dana Irian Jaya (1962).
  • Budayawan Pilihan Sagang (1997).
  • Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Persuratan dari Universitas Kebangsaan Malaysia (2005).
  • Tokoh Pemimpin Adat Melayu Serumpun (2005).
  • Anugerah Akademi Jakarta (2006).

Tenas Effendy meninggal dunia pada 28 Februari 2015 di Pekanbaru, Riau, pada usia 78 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN