H. WAN THAMRIN HASYIM (GUBERNUR RIAU KE-XII)

Nama Lengkap       : Wan Thamrin Hasyim
Lahir                         : Bagansiapiapi, Rokan Hilir, 27 Desember 1944
Masa Jabatan         : 10 Desember 2018 – 19 Februari 2019


Wan Thamrin Hasyim merupakan sosok birokrat dan politisi asal Riau dengan latar belakang pendidikan yang kuat di Sumatera Utara. Beliau menghabiskan masa sekolahnya, mulai dari jenjang Sekolah Rakyat (SR), SMP, hingga SMA di wilayah Sumatera Utara sebelum akhirnya mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik.

Dedikasi Wan Thamrin dalam dunia birokrasi dimulai dari level staf hingga menduduki jabatan strategis di tingkat provinsi. Kariernya bermula sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah Provinsi Riau selama sembilan tahun (1974–1983), sebelum akhirnya dipercaya memegang berbagai posisi krusial di wilayah Kepulauan Riau, seperti Kepala Dispenda Tk. II Kabupaten Kepri (1987–1995) dan Kepala Bappeda Kabupaten Kepri (1995–1997). Kemampuannya yang mumpuni membawanya kembali ke tingkat Provinsi Riau untuk menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian (1997–1998) hingga Kepala Dinas Pertambangan pada periode 1998 hingga 2000.

Wan Thamrin Hasyim mencatatkan sejarah sebagai bupati definitif pertama yang meletakkan fondasi pembangunan di Kabupaten Rokan Hilir. Setelah pemekaran dari Kabupaten Bengkalis pada tahun 2000, beliau mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) sebelum akhirnya dilantik untuk masa jabatan 2001–2006. Selama periode ini, kepemimpinannya teruji melalui transisi politik nasional di bawah tiga masa jabatan Presiden Republik Indonesia dan koordinasi dengan dua Gubernur Riau yang berbeda.

Pasca-tugas sebagai Bupati, dedikasi Wan Thamrin meluas ke ranah pelestarian budaya Melayu dan penguatan organisasi sosial-politik. Ia tidak memilih untuk sepenuhnya beristirahat, melainkan aktif mengelola Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji dan mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Kehormatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Di kancah politik, pengaruhnya tetap terjaga melalui posisi strategis di Partai Golkar, yakni sebagai Bendahara DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau dan Anggota Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar Riau. Aktivitas ini menunjukkan bahwa bagi Wan Thamrin, pengabdian adalah panggilan jiwa yang tidak terbatas pada jabatan formal di pemerintahan saja.

Puncak pengabdian Wan Thamrin di tingkat provinsi ditandai dengan transisi kepemimpinan dari Wakil Gubernur hingga menjadi Gubernur Riau. Setelah terpilih melalui mekanisme DPRD pada 2017 untuk mendampingi Arsyadjuliandi Rachman, ia menunjukkan loyalitas dan kinerja yang solid. Ketika dinamika politik mengharuskan Gubernur petahana mundur, Wan Thamrin naik sebagai Gubernur Riau definitif pada Desember 2018. Meski masa jabatannya tergolong singkat hingga Februari 2019, ia berhasil menuntaskan estafet kepemimpinan dengan integritas tinggi dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan stabil.

Memasuki masa pensiun, Wan Thamrin Hasyim tetap menjadi figur panutan yang dihormati karena kebijaksanaan dan kecintaannya pada budaya Melayu. Meski telah mundur dari panggung politik aktif sejak tahun 2019, semangat pengabdiannya tidak luntur dan beralih ke ranah sosial serta keagamaan. Beliau kerap menjadi penasihat bagi berbagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pelestarian adat, menjadikan pengalaman birokrasinya yang panjang sebagai kompas bagi kemajuan daerah Riau.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN