UANG KOIN 50 SEN EMISI 1952 (06.911 & 06.912)
Koin 50 Sen merupakan uang logam yang diproduksi dengan material tembaga-nikel (cupronickel) sehingga memiliki warna perak keabu-abuan yang khas dan ketahanan yang baik terhadap korosi. Secara fisik, koin ini berbentuk bulat pipih dengan diameter sekitar 20 mm, berat kurang lebih 3 gram, dan bagian tepi yang dibuat bergerigi. Pada sisi muka (obverse), koin menampilkan profil wajah Pangeran Diponegoro yang menghadap ke kiri dengan relief menonjol. Di sisi kiri terdapat tulisan "DIPA NEGARA", sementara di sisi kanan terdapat tulisan serupa dalam aksara Jawi (Arab-Melayu). Baliknya, pada sisi belakang (reverse), tertera tulisan "INDONESIA" di bagian atas, nominal "50 SEN" di tengah yang dihiasi motif garis bergelombang, serta tahun emisi "1952" di bagian bawah yang diapit oleh empat kuntum bunga kecil.
Meskipun dicetak di Utrecht, Belanda oleh Koninklijke Nederlandse Munt, koin ini sepenuhnya diperuntukkan bagi sirkulasi ekonomi domestik Indonesia sejak resmi diedarkan pada tahun 1952. Pemilihan gambar Pangeran Diponegoro merupakan langkah simbolis pemerintah untuk memperkuat identitas nasional dan rasa nasionalisme melalui mata uang kedaulatan yang baru. Pada awal masa edarnya di era 1950-an, nilai 50 Sen atau setengah Rupiah memiliki daya beli yang cukup tinggi. Namun, akibat lonjakan inflasi yang sangat besar pada tahun 1960-an, satuan "Sen" perlahan-lahan kehilangan fungsi praktisnya dalam transaksi sehari-hari hingga akhirnya ditarik dari peredaran dan kini lebih dikenal sebagai benda koleksi numismatik.
Comments
Post a Comment