UANG KERTAS 100 RUPIAH 1958 SERI PEKERJA TANGAN
![]() |
| Tampak Depan |
![]() |
| Tampak Belakang |
Seri : Pekerja Tangan
Emisi : 1958
Pengaman : Tanda air kepala banteng
Uang kertas ini berbentuk persegi panjang dengan orientasi horizontal dan didominasi warna merah kecoklatan yang dicetak pada kertas khusus berserat halus sebagai bahan pengaman. Proses pencetakannya menggunakan kombinasi beberapa teknik, yaitu cetak offset untuk bagian latar belakang, cetak intaglio (cetak dalam) untuk gambar utama dan ornamen penting sehingga menghasilkan tekstur timbul yang khas, serta cetak tinggi (letterpress) untuk pencetakan nomor seri.
Pada sisi depan (obverse) tertera tulisan “BANK INDONESIA” dan “SERATUS RUPIAH” dengan angka tahun “1958” di bagian tengah bawah. Di sisi kiri terdapat ilustrasi seorang penyadap karet yang sedang menoreh batang pohon, melambangkan sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi Indonesia pada masa itu. Bagian kanan memuat bidang kosong berbentuk oval sebagai ruang tanda air (watermark) yang berfungsi sebagai unsur pengaman. Di bagian bawah tercantum tanda tangan Gubernur dan Direktur Bank Indonesia, serta tulisan “GUBERNUR” dan “DIREKTUR”. Angka nominal "100" terletak di sudut kiri atas dan kanan bawah. Ornamen guilose dan motif dekoratif geometris menghiasi seluruh bidang sebagai elemen estetika sekaligus pengaman terhadap pemalsuan. Pada pinggiran bawah bagian luar terdapat teks kecil "JUNALIES DEL." di sudut kiri dan "P.T. PERTJETAKAN KEBAJORAN IMP." di sudut kanan.
Pada sisi belakang (reverse) ditampilkan ornamen pola geometris dan sulur dekoratif yang tersusun simetris. Nominal “500” tercetak besar pada sisi kiri dan kanan dalam bingkai berbentuk wajik. Di bagian tengah terdapat mikroteks yang berisi peringatan atau ketentuan hukum mengenai pemalsuan uang. Nomor seri dicetak dua kali di bagian atas kiri dan kanan dengan kombinasi tiga huruf dan enam angka. Nama perancang “Abdul Salam” tercetak kecil di bagian bawah kiri. Desain visual uang ini dirancang oleh Oesman Effendi dan Abdulsalam, yang juga terlibat dalam pembuatan pelat induk (master plate) menggunakan teknik ukir (engraving), sehingga menghasilkan detail garis-garis halus khas cetak intaglio. Proses percetakannya dilakukan oleh perusahaan percetakan sekuriti Belanda, Joh. Enschedé en Zonen di Haarlem.
%20100%20RUPIAH%20SERI%20PEKERJA%20TANGAN%201958%20a.jpg)
%20100%20RUPIAH%20SERI%20PEKERJA%20TANGAN%201958%20b.jpg)
Comments
Post a Comment