STEMPEL RIAU-LINGGA 1928


Stempel Tampak Depan
(Sumber : Dokumentasi Museum Sang Nila Utama)



Tinggi keseluruhan : 4,3 cm
Panjang tangkai : 4 cm
Diameter tangkai : 1,5 cm
Tebal tangkai : 0,023 mm
Panjang kepala stempel : 4 cm
Lebar kepala stempel : 2,3 cm
Tebal kepala stempel : 0,351 mm
Berat : 29,94 gr

Stempel ini merupakan peninggalan Kesultanan Riau-Lingga yang dibuat dari bahan utama tembaga dengan teknik cor. Secara fisik, bentuknya memperlihatkan karakter benda resmi yang kokoh dan fungsional. Struktur stempel terdiri atas dua bagian utama, yaitu kepala stempel dan tangkai. Kepala stempel berbentuk lonjong (oval) dengan permukaan depan yang diukir inskripsi beraksara Arab menggunakan teknik ketok secara presisi. Tangkai stempel berbentuk pipih menyerupai mata tombak yang meruncing ke ujung, memberikan pegangan yang stabil saat digunakan. Pada bagian tengah tangkai terdapat lubang melingkar yang difungsikan untuk mengaitkan tali, sehingga stempel dapat dikalungkan atau digantung saat dibawa, mencerminkan mobilitas pemiliknya dalam menjalankan tugas administratif maupun keagamaan.

Hasil cap yang ditinggalkan stempel ini berupa bingkai luar yang mengikuti bentuk kepala stempel dan bagian tengah yang memuat tulisan kaligrafi Arab yang tersusun secara horizontal. Tulisan di bagian tengah menjadi elemen utama yang menyampaikan identitas pemilik serta tahun penggunaan stempel tersebut.

Inskripsi yang tertera berbunyi: “Al-Haj Muhammad Mayasir Ibn Tengku bertahunkan 1928.” Secara makna, teks ini menyebut nama pemilik stempel, yaitu Al-Haj Muhammad Mayasir, putra dari Tengku, disertai keterangan tahun 1928 sebagai penanda waktu pembuatan atau mulai digunakannya stempel tersebut. Penyematan gelar “Al-Haj” menunjukkan bahwa pemiliknya telah menunaikan ibadah haji, yang dalam tradisi masyarakat Melayu menjadi simbol kehormatan dan otoritas moral-keagamaan.

Secara historis, stempel ini bukan sekadar alat administrasi biasa, melainkan instrumen penting dalam tradisi intelektual dan spiritual di Riau-Lingga. Fungsi utamanya adalah sebagai tanda pengesahan formal bagi setiap murid yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Stempel ini diberikan sebagai bukti otentik bahwa sang murid dianggap telah lulus dan berhak menyandang gelar KhalifahProsesi ini dilakukan di bawah otoritas Maha Guru Almarhum Syekh Ismail Hasibuan, seorang ulama besar yang pengaruhnya terekam kuat melalui penggunaan stempel ini. 

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN