UANG KERTAS 500 RUPIAH 1952 SERI KEBUDAYAAN

No. Inv. : 06.1004

Tampak Depan


Tampak Belakang


Ukuran                  : 150 mm x 90 mm
Seri                         : Kebudayaan
Emisi                      : 1952
Pengaman            : Tanda air (watermark) delapan garis gelombang
Masa Peredaran : 1952 sampai dengan 1962

Uang kertas ini berbentuk persegi panjang dengan orientasi horizontal dan didominasi warna merah, hijau, dan coklat. Proses pencetakannya menggunakan kombinasi beberapa teknik, yaitu teknik cetak offset untuk latar belakang, teknik cetak intaglio (cetak dalam) untuk gambar utama dan ornamen penting, serta teknik cetak tinggi (letterpress) untuk nomor seri.

Pada sisi depan (obverse) terdapat visual ornamen relief candi yang dipadukan dengan pola geometris. Pada bagian bawah terdapat panel memanjang yang menampilkan ukiran patung di tengah dengan motif sulur di kiri dan kanannya. Tulisan yang tercantum meliputi “BANK INDONESIA”, “LIMARATUS RUPIAH”, tahun emisi "1952", keterangan "DIREKTUR" dan "GUBERNUR" yang disertai tanda tangan, serta angka “500” sebagai penanda nominal.

Desain visual uang ini dirancang oleh seniman Abdulsalam dan Oesman Effendi. Keduanya juga terlibat dalam pembuatan pelat induk (master plate) menggunakan teknik engraving (ukir), yang menghasilkan detail garis halus khas cetak intaglio dan sulit dipalsukan.

Pada sisi belakang (reverse) terdapat lambang negara Garuda Pancasila sebagai simbol kedaulatan dan identitas nasional. Ornamen stilisasi daun dan bunga kembali digunakan sebagai elemen dekoratif. Bagian ini juga memuat tulisan “REPUBLIK INDONESIA”, angka nominal “1”, nomor seri yang terdiri atas tiga huruf dan enam angka sebagai kode kontrol produksi dan distribusi, serta mikro-teks yang berisi peringatan atau ketentuan hukum mengenai pemalsuan uang.

Uang kertas Seri Suku Bangsa  dicetak di Percetakan Kebayoran, Jakarta, yang pada masa itu menjadi fasilitas percetakan uang nasional setelah proses nasionalisasi De Javasche Bank. Pencetakannya menggunakan teknologi pengamanan yang relatif maju untuk zamannya.

Uang kertas ini merupakan bagian dari emisi tahun 1954 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada masa awal konsolidasi sistem moneter nasional. Emisi pertama tahun 1954 ditandatangani oleh Menteri Keuangan saat itu, yaitu Ong Eng Die. Selanjutnya, uang ini dicetak kembali pada tahun 1956 dengan desain yang sama, namun dibedakan melalui tanda tangan Menteri Keuangan yang baru, yaitu Jusuf Wibisono. Perbedaan tanda tangan tersebut menjadi penanda utama antara emisi 1954 dan cetak ulang 1956. Pecahan satu rupiah berperan penting dalam transaksi harian masyarakat, khususnya di pasar tradisional dan kegiatan ekonomi skala kecil, sebelum akhirnya secara bertahap digantikan oleh emisi baru menjelang akhir 1950-an dan awal 1960-an seiring perubahan kebijakan moneter dan meningkatnya inflasi.

Comments

Popular posts from this blog

BATU SIPUT

ALAT TRANSPORTASI AIR

ISTANA RAJA ROKAN