BEDUG
- Get link
- X
- Other Apps
Bedug merupakan instrumen perkusi tradisional yang menjadi simbol syiar Islam di Nusantara, khususnya di tanah Melayu. Secara fisik, bedug berbentuk tabung besar dengan badan (selongsong) yang terbuat dari kayu keras dan tahan lama, seperti kayu nangka atau kayu jati. Permukaan badan bedug umumnya dilapisi cat berwarna gelap sebagai pelindung sekaligus memperkuat kesan kokoh. Pada salah satu atau kedua sisi penampangnya dipasang kulit hewan—biasanya kulit sapi atau kerbau—yang telah dikeringkan dan diregangkan dengan sangat kuat. Kulit tersebut dikaitkan pada badan kayu menggunakan rangkaian paku kayu atau pasak yang ditanam mengelilingi tepiannya guna menjaga ketegangan dan kualitas resonansi suara.
Dalam tradisi Melayu Riau, bedug tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu salat, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial dan simbol peresmian acara besar keagamaan. Bunyi bedug yang berat dan bergaung menjadi penanda berkumpulnya masyarakat sekaligus isyarat dimulainya suatu kegiatan religius. Fungsinya yang simbolik ini memperlihatkan bahwa bedug memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Bedug ini pernah digunakan dalam seremoni pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional XVII yang diselenggarakan di Pekanbaru pada tahun 1994. Pemukulan bedug dalam peristiwa tersebut melambangkan dimulainya syiar Al-Qur’an secara resmi di wilayah Riau. Suara bedug yang menggetarkan dan bergaung luas dimaknai sebagai panggilan untuk bersatu serta mendengarkan firman Tuhan, selaras dengan semangat Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ajang pemuliaan dan pembacaan Al-Qur’an secara khidmat.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment