gelas terbuat dari bahan perunggu yang memiliki motif dekoratif berstekstur atau relif pada bagian badan gelas. gelas ini berfungsi sebagai meletakn air minum.
Batu Siput ditemukan di situs Candi Muara Takus yang terletak di Batu Besurat, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Batu siput ini pada awalnya adalah bagian akar dari sebuah pohon yang kemudian menjadi fosil dan dinamakan batu siput karena bentuknya menyerupai cangkang siput. Kayu yang membatu ini disebut kayu terkersikan ( petrified wood ), di mana seluruh materi organiknya telah digantikan oleh mineral (pada umumnya adalah silikat, seperti kuarsa), namun struktur kayu tetap terjaga seperti cincin pertumbuhan dan serat kayunya. Perubahan kayu menjadi batu ini terjadi karena kayu terkubur di dalam tanah, di bawah lapisan sedimen dalam waktu yang lama. Kondisi dalam tanah yang tanpa oksigen mencegah kayu membusuk. Kemudian air tanah yang mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel kayu melapisi lignin dan selulosa, yang secara perlahan menggantikan sel demi sel materi organik kayu. Proses yang disebut permineralisasi ini terjadi selama ribuan hingga jutaan tahun hingg...
1. PAPAN SELANCAR Papan selancar adalah papan yang terbuat dari kayu dan dibuat memanjang dengan ujung-ujung yang melengkung seperti papan setrika. Papan ini dirancang untuk olahraga selancar, yaitu olahraga air yang dilakukan dengan cara meluncur di atas permukaan ombak. 2. TONGKAH KERANG Tongkah merupakan papan yang terbuat dari jenis kayu Pulai dan Jelutung yang digunakan untuk tumpuan atau titian yang biasanya dipasang pada tempat becek dan basah (berlumpur). Tongkah rata-rata dibuat dengan ukuran panjang 2 meter hingga 2,5 meter, lebar 50 cm hingga 80 cm dan tebal 3 cm hingga 5 cm. Tongkah menjadi alat bantu ketika menongkah atau mencari kerang darah ( Anadara Granosa ) oleh orang Duanu (Suku Orang Laut) di Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Teknik menongkah sudah menjadi tradisi orang Duanu dalam mencari kerang di pantai lumpur. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 20 kali dalam sebulan ketika air sedang surut. Ketika orang Duanu menongkah, salah satu kaki digunakan sebagai tumpuan ...
Rumah Selaso Jatuh Kembar merupakan bangunan berbentuk rumah namun fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat karena bangunan ini tidak memiliki serambi atau kamar. Rumah adat ini juga dikenal sebagai balairung sari, balai kerapatan dan sebagainya. Masyarakat Riau juga menyebut rumah adat ini dengan sebutan Balai Selaso Jatuh. Rumah adat ini dikatakan Selaso Jatuh karena mempunyai selaso atau selasar yang lantainya lebih rendah dari ruang induk sehingga dinamakan selasar yang jatuh (turun) dan dikatakan kembar karena rumah adat ini memiliki dua selasar yang bentuknya sama. Dahulu kala, Rumah Selaso Jatuh Kembar selalu ada di setiap desa di wilayah Riau. Setidaknya, satu desa biasanya memiliki satu Rumah Selaso Jatuh Kembar yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan melaksanakan berbagai acara adat setempat. Rumah ini dianggap merepresentasikan bentuk rumah tradisional yang terdapat di Riau, meskipun terdapat perbedaan kecil di masing-masing...
Comments
Post a Comment